Pandemi COVID-19, yang melanda dunia beberapa tahun silam, tak selalu membawa dampak negatif. Di Desa Tugu Selatan, Puncak, Bogor, pandemi justru menjadi katalis percepatan digitalisasi. Sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berhasil membangun infrastruktur internet pedesaan yang hingga kini terus beroperasi dan berkembang.
Berawal dari sebuah gudang yang mangkrak, BUMDes Tugu Selatan Mandiri kini menjadi pusat layanan internet dan berbagai usaha lainnya. Inisiatif ini berkat program Desa Digital dari Pemprov Jawa Barat yang muncul di tengah pandemi.
Pangrango Vibes: Layanan Internet Desa Tugu Selatan
BUMDes Tugu Selatan Mandiri, di bawah kepemimpinan Dadang Juanda, berkolaborasi dengan Lintas Satu Visi untuk menghadirkan layanan internet bernama Pangrango Vibes. Layanan ini kini telah menjangkau 500 rumah tangga di desa tersebut.
Kebutuhan internet yang meningkat tajam selama pandemi, khususnya untuk kegiatan belajar daring dan komunikasi, menjadi pendorong utama keberhasilan program ini. Kendati demikian, perjalanan awal Pangrango Vibes penuh tantangan.
PSBB membatasi mobilitas, sementara pengiriman modem dan kabel sempat terhambat hingga enam bulan di Pelabuhan Tanjung Priok. Kendala ini memaksa mereka untuk memulai dengan sumber daya yang terbatas.
Namun, kegigihan mereka membuahkan hasil. Kerja sama dengan Lintas Satu Visi terus berlanjut, meski dengan perkembangan yang bertahap. Setelah pandemi mereda, layanan internet mereka pun semakin membaik.
Ekspansi Usaha BUMDes Tugu Selatan Mandiri
Selain layanan internet, BUMDes Tugu Selatan Mandiri juga mengembangkan berbagai usaha lain. Mereka menjadi distributor produk Mayora, membuka kafe di lokasi paralayang Gunung Mas, serta menjalankan usaha wisata naik kuda “Kampung Koboy” dan peternakan sapi.
Sejak tahun 2023, mereka juga menjadi agen BRILink, semakin memperluas jangkauan layanan dan pendapatan BUMDes. Keberhasilan ini berkat kerja keras dan strategi diversifikasi usaha yang tepat.
Saat ini, Pangrango Vibes menawarkan tiga paket layanan internet dengan kecepatan 20 Mbps, 50 Mbps, dan 100 Mbps, masing-masing dengan harga yang kompetitif. Empat orang karyawan mengelola layanan ini dari kantor BUMDes.
Desa BRILian: Pengakuan atas Keberhasilan Digitalisasi
Keberhasilan BUMDes Tugu Selatan Mandiri dalam bidang digitalisasi menarik perhatian Bank Rakyat Indonesia (BRI). Desa Tugu Selatan terpilih menjadi Desa BRILian pada tahun 2024.
Program Desa BRILian dari BRI memberikan dukungan pengembangan desa melalui empat aspek utama: penguatan BUMDes, digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan. Hal ini selaras dengan usaha yang telah dirintis oleh BUMDes Tugu Selatan Mandiri.
Kerja sama dengan BRI melibatkan pelatihan dan pendampingan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. BUMDes Tugu Selatan Mandiri kini berkompetisi untuk menjadi Desa BRILian terbaik di Indonesia.
Pendampingan ini memberikan dampak positif, khususnya dalam hal standar operasional prosedur (SOP), manajemen, dan pemerintahan desa. Fasilitas pelatihan dan pendampingan sepenuhnya difasilitasi oleh BRI dan desa.
BUMDes Tugu Selatan Mandiri membuktikan bahwa tantangan bisa diubah menjadi peluang. Keberhasilan mereka menjadi contoh nyata bagaimana digitalisasi dapat memberdayakan desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kolaborasi dengan pihak swasta juga menjadi kunci keberhasilan mereka, menambah keahlian dan profesionalisme dalam menjalankan usaha.
Kisah sukses Desa Tugu Selatan memberikan inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kerja keras dan strategi yang tepat, desa-desa di Indonesia dapat mencapai kemajuan yang pesat.






