Dua tahanan yang ditahan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara berhasil kabur pada Selasa malam, 6 Mei 2025. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Jalan Ancol Baru Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Salah satu tahanan berhasil ditangkap kembali oleh petugas pengadilan di sekitar area Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Namun, satu tahanan lainnya masih dalam pengejaran pihak berwajib.
Pencarian Tahanan yang Kabur
Polisi dari Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Tanjung Priok langsung bergerak cepat melakukan pencarian. Petugas gabungan ini mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk melacak keberadaan tahanan yang masih buron.
Sebagai bagian dari upaya pencarian, drone dikerahkan untuk memantau pergerakan dari udara. Hal ini membantu petugas mendapatkan gambaran yang lebih luas dan efektif dalam pencarian.
Selain pemantauan udara, penyisiran darat juga dilakukan secara intensif. Petugas menyisir rumah dan bangunan di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Utara, termasuk area dekat Jakarta International Stadium (JIS).
Kronologi Kejadian dan Upaya Penangkapan
Informasi awal menunjukkan bahwa para tahanan melompati pagar di belakang gedung pengadilan. Kawasan ini terletak berdekatan dengan Jakarta International Stadium (JIS).
Dalam proses pencarian, petugas bahkan menggeledah sebuah rumah tiga lantai yang berjarak sekitar seratus meter dari pengadilan. Petugas sampai memanjat atap rumah tersebut untuk memastikan tahanan tidak bersembunyi di sana.
Penggeledahan yang dilakukan menimbulkan keresahan warga sekitar. Salah satu pemilik rumah yang digeledah mengaku rumahnya diketuk dan dipanjat petugas saat ia telah menutup warungnya.
Dampak Kejadian dan Langkah Pencegahan di Masa Mendatang
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan di dalam dan sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Polisi dan pihak pengadilan perlu melakukan evaluasi menyeluruh atas prosedur keamanan yang ada.
Langkah-langkah perbaikan dan peningkatan keamanan, termasuk penguatan sistem pengawasan dan peningkatan pelatihan petugas keamanan, perlu dipertimbangkan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Kejadian kaburnya tahanan ini tentunya juga menjadi sorotan publik. Kepercayaan publik terhadap sistem peradilan membutuhkan jaminan keamanan yang optimal bagi tahanan yang berada dalam penguasaan pihak berwajib.
Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap secara detail bagaimana para tahanan dapat kabur dan untuk memastikan pertanggungjawaban atas kelalaian keamanan yang mungkin terjadi.
Setelah berhasil menangkap kembali salah satu tahanan, pihak berwajib akan fokus pada proses hukum selanjutnya bagi kedua tahanan yang terlibat, termasuk mempertanggungjawabkan atas upaya pelarian mereka. Upaya untuk menangkap tahanan yang masih buron terus berlanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi berkala dan peningkatan sistem keamanan di seluruh lembaga pemasyarakatan dan fasilitas penahanan di Indonesia untuk memastikan keamanan dan mencegah kejadian serupa terjadi lagi.






