Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berupaya mengatasi banjir rob yang melanda Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Langkah signifikan diambil dengan menambah jumlah pompa penyedot air di lokasi terdampak. Upaya ini diharapkan mampu meringankan penderitaan warga dan mengembalikan aktivitas normal di wilayah tersebut. Pemprov Jateng juga menyediakan sarana transportasi alternatif untuk anak sekolah.
Banjir rob di Sayung telah mengganggu aktivitas warga, termasuk akses pendidikan anak-anak. Oleh karena itu, solusi komprehensif dibutuhkan, tidak hanya untuk mengatasi genangan air, tetapi juga untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.
Penambahan Pompa Penyedot Air
Pemprov Jateng telah mengerahkan tiga unit pompa penyedot air untuk mengatasi genangan akibat banjir rob di Sayung. Dua unit pompa berasal dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Provinsi Jateng, sementara satu unit lainnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng.
Pompa-pompa tersebut dioperasikan secara situasional. Artinya, pompa akan dinyalakan jika genangan air cukup tinggi dan dimatikan setelah air surut. Hal ini bertujuan untuk efisiensi penggunaan energi dan sumber daya.
Penggunaan Kapal Fiber untuk Transportasi Siswa
Selain pompa, Pemprov Jateng juga mengerahkan Prau Katamaram atau kapal fiber untuk membantu siswa yang terdampak banjir rob mencapai sekolah. Dua desa, Desa Sriwulan dan Timbulsloko, telah mengajukan kebutuhan akan transportasi air ini.
Kapal fiber digunakan untuk mengangkut siswa dari rumah mereka ke sekolah atau ke balai desa terdekat. Penggunaan kapal ini sangat tergantung pada kondisi genangan air di lapangan.
Dukungan dan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana
BPBD Provinsi Jateng berencana menyelenggarakan edukasi di SMAN 1 Sayung terkait pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Jumat, 13 Juni 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi bencana alam.
Pembentukan SPAB sangat penting untuk memastikan keselamatan dan keamanan siswa dan guru selama terjadi bencana. Pelatihan dan edukasi akan memberikan pemahaman dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat.
Solusi Jangka Pendek dan Panjang dari Pemprov Jateng
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menjelaskan bahwa penanganan rob di Sayung merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. Penanganan ini meliputi solusi jangka pendek dan panjang.
Untuk jangka pendek, Pemprov Jateng akan memasang parapet di depan pabrik Polytron untuk mencegah genangan air di jalan nasional. Air yang tertahan akan kemudian disedot menggunakan pompa. Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah yang bertanggung jawab atas eksekusi proyek ini.
Kerja Sama Antar OPD untuk Penanganan Rob
Selain pemasangan parapet dan penggunaan pompa, Pemprov Jateng juga akan melakukan pengerukan sungai di sekitar lokasi. Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilibatkan dalam upaya ini, termasuk Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Dinas Pusdataru, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perakim), BPBD, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, dan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Kerja sama antar OPD ini menunjukkan komitmen Pemprov Jateng untuk mengatasi masalah banjir rob secara komprehensif dan terintegrasi. Respon cepat dan terkoordinasi diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif banjir rob terhadap masyarakat Sayung.
Pemprov Jateng berkomitmen untuk mengatasi masalah banjir rob di Sayung, Demak, melalui pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan solusi jangka pendek dan panjang, serta melibatkan berbagai pihak, diharapkan kondisi di Sayung dapat segera pulih dan kehidupan masyarakat kembali normal. Upaya ini juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam penanggulangannya.






