Kehebohan melanda lingkungan DPRD DKI Jakarta menyusul laporan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang pegawai honorer. Korban, yang merupakan rekan kerja terlapor, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.
Laporan polisi teregister dengan nomor LP/B/2499/IV/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 16 April 2025. Plt Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta, Augustinus, membenarkan adanya laporan tersebut.
Dugaan Pelecehan Seksual di DPRD DKI Jakarta
Pihak Polda Metro Jaya kini tengah menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual ini. Belum ada informasi detail mengenai kronologi kejadian yang beredar.
Meskipun laporan polisi sudah masuk, belum ada laporan resmi yang disampaikan ke internal Sekretariat DPRD DKI Jakarta sendiri. Penyelidikan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
Tanggapan Sekretariat DPRD DKI Jakarta
Sekretariat DPRD DKI Jakarta menyatakan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Mereka berkomitmen untuk memberikan sanksi tegas kepada pelaku jika terbukti bersalah.
Augustinus menegaskan bahwa jika hasil penyidikan polisi menyatakan pegawai honorer tersebut terbukti bersalah, maka pemecatan akan segera diproses. Saat ini, mereka masih menunggu hasil penyelidikan dari Polda Metro Jaya.
Proses Hukum dan Sanksi yang Akan Diterapkan
Proses hukum terhadap terlapor sepenuhnya diserahkan kepada Polda Metro Jaya. Sekretariat DPRD DKI Jakarta menunggu hasil pemeriksaan dan putusan resmi dari pihak kepolisian.
Setelah proses hukum selesai, Sekretariat DPRD DKI Jakarta akan mengambil tindakan disiplin terhadap pegawai honorer tersebut. Pemecatan menjadi sanksi yang akan diterapkan jika terbukti bersalah.
Hingga saat ini, informasi mengenai detail kronologi kejadian masih terbatas. Baik pihak kepolisian maupun Sekretariat DPRD DKI Jakarta masih enggan memberikan informasi lebih lanjut sebelum proses penyelidikan selesai.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan kenyamanan kerja di lingkungan DPRD DKI Jakarta. Semoga kasus ini dapat segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual.






