Sistem Informasi Haji Terpadu (Siskohat) telah menjadi tulang punggung pengelolaan ibadah haji Indonesia selama lebih dari dua dekade. Dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, sistem ini berperan krusial dalam mengelola data operasional haji, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah.
Dari data pribadi jemaah hingga detail jadwal penerbangan, Siskohat menjadi pusat informasi terpadu yang memudahkan pemantauan dan pengelolaan seluruh proses penyelenggaraan haji. Sistem ini terus ditingkatkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia.
Mencatat Alur Pergerakan Jemaah Haji
Siskohat melacak perjalanan jemaah haji secara detail, mulai dari embarkasi di Indonesia.
Kemudian, sistem ini mencatat pergerakan mereka ke Madinah, Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina, kembali ke Makkah, Jeddah, dan akhirnya ke Indonesia.
Pemantauan *real-time* dimungkinkan berkat integrasi data yang rapi dan sistematis.
Data ini tersedia lengkap untuk gelombang pertama dan kedua pemberangkatan.
Pengumpulan dan Pengelolaan Data Jemaah di Siskohat
Proses pengumpulan data diawali dari Subdirektorat Transportasi Udara yang menyusun jadwal penerbangan.
Jadwal ini kemudian digunakan petugas embarkasi untuk membuat manifest kloter.
Sebanyak 13 embarkasi menyusun manifest berdasarkan jadwal tersebut.
Manifest ini menjadi acuan utama operasional haji.
Seluruh maskapai penerbangan yang melayani jemaah haji terintegrasi dengan Siskohat.
Ketiga maskapai yang terlibat tahun ini dapat mengakses manifes dan menerbitkan tiket.
Data manifes juga digunakan PPIH di Arab Saudi untuk memandu pergerakan jemaah.
Pemantauan Perpindahan Jemaah dan Tim Pendukung di Lapangan
Petugas Siskohat ditempatkan di berbagai sektor di Madinah dan Makkah.
Terdapat dua petugas di setiap sektor, tiga di pos komando (daker), dan petugas penerimaan di bandara.
Sekitar 40 personel bertugas di Arab Saudi untuk melaporkan pergerakan jemaah.
Mereka memastikan laporan keberangkatan dan kedatangan jemaah tercatat dengan akurat.
Akses Informasi Publik untuk Jemaah dan Keluarga
Aplikasi Satu Haji (sebelumnya Haji Pintar) memberikan informasi detail kepada jemaah.
Informasi mencakup lokasi hotel, nomor kamar, dan nama ketua rombongan.
Aplikasi Kawal Haji memungkinkan masyarakat untuk mengajukan aduan atau mencari informasi.
Dashboard publik juga menyediakan akses informasi keberangkatan, kedatangan, jemaah wafat, perawatan, dan peta pergerakan jemaah.
Integrasi Data Berdasarkan Syarikat
Penyelenggaraan haji tahun ini menggunakan sistem syarikat.
Siskohat mengikuti struktur dan data yang telah ditentukan syarikat.
Subdirektorat terkait menentukan kloter dan memproses visa.
Siskohat menyimpan dan menampilkan data tersebut.
Informasi syarikat dan maktab jemaah ditampilkan di aplikasi Satu Haji dan dashboard publik.
Kendala yang Dihadapi Siskohat
Meskipun sistem sudah matang, Siskohat menghadapi tantangan.
Salah satunya adalah pengelompokan jemaah berdasarkan syarikat dalam satu kloter.
Hal ini menyulitkan pengelolaan data secara cepat dan seragam.
Sinkronisasi data memerlukan perhatian lebih, terutama menjelang keberangkatan atau penempatan di Arab Saudi.
Kesimpulannya, Siskohat memainkan peran vital dalam keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Meskipun ada tantangan yang perlu diatasi, sistem ini terus dikembangkan dan disempurnakan untuk memberikan pelayanan yang lebih efisien dan efektif kepada jemaah. Ke depannya, peningkatan integrasi data dan penanganan tantangan terkait sistem syarikat akan menjadi fokus utama untuk optimalisasi Siskohat.






