Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Bandar Lampung yang baru, Rizqi Putra Sandika, langsung menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Langkah pertamanya? Inspeksi mendadak (sidak) ke blok hunian warga binaan pada Selasa pagi.
Sidak ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah penegasan komitmen Rutan Kelas I Bandar Lampung terhadap program Zero Halinar, menargetkan pemberantasan handphone, pungli, dan narkoba di dalam lingkungan rutan.
Sidak Mendadak: Upaya Tegas Terhadap Zero Halinar
Tim pengamanan, di bawah komando Rizqi, menelusuri setiap blok hunian dengan cermat. Tujuannya jelas: memastikan tidak ada barang terlarang yang beredar.
Hasil sidak menunjukkan keberhasilan awal program Zero Halinar. Tidak ditemukannya barang terlarang seperti narkoba atau handphone menjadi bukti efektifitas pengawasan yang ketat.
Namun, selain pengawasan yang ketat, pendekatan humanis juga tetap diutamakan. Komunikasi persuasif dengan warga binaan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
Komitmen “Bergerak Sat-set”: Lebih dari Sekadar Sidak
Rizqi Putra Sandika menekankan bahwa sidak ini hanyalah langkah awal. Ia berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan langkah-langkah preventif secara berkelanjutan.
Semangat “Bergerak Sat-set” yang diusungnya merefleksikan keinginan untuk membawa perubahan signifikan dalam sistem pengamanan dan pembinaan di Rutan Kelas I Bandar Lampung.
Komitmen ini bukan hanya sebatas janji, tapi aksi nyata yang terlihat dari kepemimpinannya yang tegas namun humanis.
Apresiasi dan Harapan Ke Depan
Sidak tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh staf Rutan. Ketegasan dan komitmen Rizqi diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.
Langkah-langkah preventif akan terus ditingkatkan untuk mencegah masuknya barang terlarang. Ini termasuk peningkatan pelatihan petugas dan kerjasama yang lebih erat dengan instansi terkait.
Keberhasilan program Zero Halinar bergantung pada komitmen bersama, baik dari petugas rutan maupun warga binaan itu sendiri. Pendidikan dan pembinaan yang efektif juga akan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Dengan pendekatan yang komprehensif dan komitmen yang kuat, diharapkan Rutan Kelas I Bandar Lampung dapat menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi pembinaan warga binaan.
Suksesnya program Zero Halinar tidak hanya berdampak pada keamanan internal rutan, tetapi juga berkontribusi pada keamanan masyarakat secara keseluruhan. Ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan bermartabat. Ke depan, diharapkan akan ada inovasi dan strategi baru yang diterapkan untuk memperkuat program ini dan memastikan keberlanjutannya.






