Rencana Israel untuk memperluas serangan di Jalur Gaza telah memicu kecaman internasional yang meluas. Seorang menteri keuangan sayap kanan Israel bahkan menyerukan penghancuran wilayah tersebut. Tindakan ini terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza akibat blokade yang diberlakukan Israel.
Situasi ini semakin mencemaskan karena militer Israel telah mengerahkan puluhan ribu tentara cadangan untuk operasi yang digambarkan oleh seorang pejabat sebagai “penaklukan” Gaza. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kemanusiaan yang lebih besar bagi penduduk sipil.
Kecaman Internasional Menggema
Uni Eropa, melalui diplomat utamanya Kaja Kallas, telah menyatakan keprihatinan mendalam dan menyebut situasi di Gaza “tidak dapat dipertahankan.” Uni Eropa mendesak agar bantuan kemanusiaan segera kembali mengalir ke wilayah tersebut.
Pemerintah China juga turut mengecam rencana serangan Israel dan menyampaikan kekhawatiran yang mendalam. Mereka mendesak kedua belah pihak, Israel dan Hamas, untuk menjalankan ketentuan gencatan senjata yang berakhir pada Maret lalu.
Prancis dan Inggris juga ikut mengutuk keras rencana Israel. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyebut rencana tersebut “tidak dapat diterima” dan merupakan pelanggaran hukum humaniter. Sementara itu, Menteri Inggris urusan Timur Tengah Hamish Falconer menegaskan penolakan negaranya terhadap perluasan operasi Israel, termasuk upaya aneksasi wilayah Gaza.
Krisis Kemanusiaan di Gaza Memburuk
Blokade Israel selama dua bulan terakhir telah memperparah krisis kemanusiaan di Gaza. Lebih dari 2,4 juta penduduk Gaza telah mengungsi setidaknya sekali sejak dimulainya perang yang dipicu serangan Hamas pada Oktober 2023.
Kelaparan mengancam penduduk Gaza. Akses terbatas pada makanan, air bersih, dan perawatan medis semakin mempersulit kehidupan warga sipil. Organisasi bantuan kemanusiaan internasional telah memperingatkan tentang potensi bencana kemanusiaan yang lebih besar jika konflik terus berlanjut.
Perlu Solusi Damai dan Berkelanjutan
Perluasan konflik di Gaza hanya akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan dan memicu siklus kekerasan yang tak berujung. Solusi jangka panjang dan berkelanjutan yang memastikan perlindungan warga sipil dan penyelesaian damai konflik sangat diperlukan.
Dunia internasional harus bersatu untuk menekan semua pihak agar menghentikan kekerasan dan kembali ke meja perundingan. Prioritas utama saat ini adalah menyediakan bantuan kemanusiaan bagi penduduk Gaza yang sangat membutuhkan dan mencegah terjadinya bencana kemanusiaan yang lebih besar. Langkah-langkah diplomatik yang intensif dan komprehensif harus segera diambil untuk mengakhiri konflik dan membangun perdamaian yang langgeng. Kegagalan untuk bertindak akan mengakibatkan penderitaan yang lebih besar bagi penduduk Gaza dan ketidakstabilan di kawasan tersebut.






