Polda Metro Jaya menurunkan kekuatan besar untuk mengamankan demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta pada Selasa, 20 Mei 2025. Sebanyak 2.554 personel gabungan dari Polri, TNI AD, dan Pemprov DKI Jakarta dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Pengamanan terfokus pada empat titik utama di Jakarta. Hal ini dilakukan untuk memastikan demonstrasi berjalan lancar dan meminimalisir gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
1. Pengamanan Terpusat di Empat Titik Strategis
Polda Metro Jaya membagi personelnya ke empat sektor utama. Sektor Monas Utara dan Selatan dijaga oleh 1.080 personel.
Bundaran HI dan sekitar Kemenhub RI dijaga oleh 285 personel. Sementara itu, DPR/MPR RI dan sekitarnya mendapat pengamanan dari 989 personel.
Ditlantas Polda Metro Jaya mengerahkan 200 personel untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi. Ini bertujuan untuk meminimalisir kemacetan.
2. Delapan Tuntutan Utama dari Pengemudi Ojol
Para demonstran ojol menyuarakan delapan tuntutan utama. Kenaikan tarif layanan penumpang menjadi tuntutan utama yang disoroti.
Mereka juga menuntut adanya regulasi yang lebih jelas untuk layanan antar makanan dan barang. Ketentuan tarif bersih untuk angkutan sewa khusus roda empat juga menjadi sorotan.
Para demonstran meminta peninjauan ulang Permenhub No. 12 Tahun 2019 dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), agar masuk Prolegnas 2025. Desentralisasi tata kelola transportasi online ke daerah juga menjadi tuntutan.
Selain itu, mereka menolak potongan 10 persen dari pendapatan mereka.
3. Imbauan Kepada Masyarakat dan Peserta Demo
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menghindari titik-titik demonstrasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi kemacetan dan gangguan.
Kepada para demonstran, polisi mengimbau agar aksi dilakukan secara damai dan tertib. Peserta demonstrasi diminta tidak membawa benda-benda berbahaya dan menghindari tindakan provokatif.
Polisi menegaskan komitmennya untuk mengamankan jalannya demonstrasi dan memastikan agar aksi tersebut berjalan kondusif. Kerjasama antara pihak kepolisian dan demonstran diharapkan dapat menciptakan suasana aman dan tertib.
Aksi demonstrasi ini mencerminkan pentingnya dialog antara pemerintah dan pengemudi ojol dalam mencari solusi yang adil dan berkelanjutan untuk industri transportasi online di Indonesia. Semoga tuntutan para demonstran dapat didengarkan dan dipertimbangkan dengan serius oleh pemerintah.
Keberhasilan pengamanan demonstrasi ini menjadi cerminan kemampuan aparat keamanan dalam menghadapi aksi massa yang melibatkan jumlah peserta yang besar. Semoga ke depannya, komunikasi dan koordinasi antara pihak kepolisian dan penyelenggara aksi dapat terus ditingkatkan.






