Indosat Ooredoo Hutchison melihat potensi besar kecerdasan buatan (AI) dalam merevolusi sektor pertambangan di Indonesia. Teknologi AI dinilai mampu memberikan solusi efisien dan efektif, mulai dari eksplorasi hingga operasional, sekaligus meminimalisir risiko.
Penerapan AI di sektor pertambangan ini diyakini akan meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional secara signifikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah.
Keunggulan AI dalam Pertambangan
Kemampuan AI untuk belajar dari data global menjadi salah satu keunggulan utamanya. Sistem AI dapat menganalisis data dari berbagai sumber dan berbagai lokasi penambangan di dunia.
Dengan kemampuan ini, AI dapat memproses informasi jauh lebih cepat daripada metode konvensional. Analisa yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan, kini dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Selain kecepatan analisis, AI juga membantu meningkatkan efisiensi biaya. Sistem ini mampu mempelajari pola kerja karyawan, sehingga dapat mengoptimalkan alur kerja dan meminimalisir pemborosan sumber daya.
Meningkatkan Keselamatan Kerja
Salah satu manfaat terpenting penerapan AI adalah peningkatan keselamatan kerja. Sistem AI dapat memprediksi dan mencegah potensi bahaya.
AI dapat menganalisis berbagai faktor risiko, termasuk kemungkinan gempa bumi, bencana alam lainnya, hingga kesalahan manusia seperti merokok di area berbahaya. Sistem akan memberikan peringatan dan menghentikan operasi jika terdeteksi adanya parameter yang membahayakan.
Indosat Ooredoo Hutchison dan Indonesia AI Day for Mining Industry 2025
Indosat Ooredoo Hutchison akan memamerkan solusi AI untuk pertambangan di Indonesia AI Day for Mining Industry 2025. Acara ini akan membahas penerapan AI, 5G, IoT, dan otomatisasi dalam transformasi digital industri pertambangan Indonesia.
Sebagai penyelenggara, Indosat akan menampilkan solusi berbasis AI dan konektivitas canggih untuk memodernisasi proses pertambangan. Berbagai pembicara terkemuka dari berbagai instansi akan hadir dalam acara ini.
Beberapa pembicara kunci yang akan hadir antara lain Menkominfo Meutya Hafid, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, Dirjen Minerba ESDM Tri Winarna, Kepala Kadin Anindya Bakrie, dan President Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau.
Dengan kolaborasi dan inovasi teknologi seperti AI, industri pertambangan di Indonesia diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan efisiensi, dan menjaga keselamatan para pekerjanya. Penerapan AI menandai sebuah babak baru dalam industri pertambangan Indonesia menuju era digital yang lebih maju dan aman.






