Rahasia Konten Receh: 2 Alasan Kenapa Bikin Ngakak

Redaksi

Rahasia Konten Receh: 2 Alasan Kenapa Bikin Ngakak
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Di era digital yang melimpah konten, hiburan mudah diakses. Konten ringan, bahkan yang terkesan remeh, justru seringkali menjadi viral dan menghibur banyak orang.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan: mengapa hal-hal “receh” begitu menarik? Artikel ini akan mengulas popularitas konten receh di media sosial, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan implikasinya terhadap selera humor masyarakat.

Konten Receh: Viralitas dan Implikasinya

Di dunia maya, konten-konten yang tampak tidak penting seringkali memicu kehebohan. Ini berbanding lurus dengan tingkat literasi dan selera humor masyarakat.

Para pembuat konten receh (PKR) bahkan menjadi selebriti media sosial dan televisi. Meskipun demikian, mereka mewakili sekelompok masyarakat yang mudah bahagia.

Ada ungkapan “lakukan hal bodoh untuk viral”, menunjukkan bahwa konten yang tidak membutuhkan pengembangan intelektual justru mudah diterima luas.

Selera humor mirip selera seni; masyarakat dengan literasi rendah cenderung menikmati konten yang tidak perlu dipikirkan secara mendalam.

Istilah “humor dolar” (tidak mudah tertawa) dan “humor receh” (mudah tertawa pada hal yang tidak lucu) menunjukkan perbedaan selera humor.

Selera humor terbentuk dari berbagai faktor, termasuk pendidikan, kecerdasan, dan lingkungan.

Namun, dominasi konten receh menenggelamkan konten edukatif. Bagaimana memahami fenomena ini?

Pandangan Psikologis tentang Konten Receh

Achmad M. Masykur, Dosen Psikologi Universitas Diponegoro, menjelaskan bahwa konten receh memberikan hiburan “easy listening” bagi masyarakat yang lelah.

Ia menyebutnya “gak mbejaji,” menunjukkan kebutuhan akan hiburan ringan dan menghibur.

Contohnya, viralnya “begitu syulit lupakan Rehan”, “to ganjel to”, dan “bercyandya” menunjukkan tren ini.

Warganet ikut meniru konten viral untuk terlihat “update”. Algoritma media sosial juga memperkuat viralitas konten tersebut.

Walaupun begitu, pengguna memiliki kendali untuk menghentikan atau melanjutkan konsumsi konten tersebut.

Namun, jika diukur dari dampak pada peradaban, popularitas konten receh menunjukkan potensi masalah dalam selera humor kita.

Contohnya, viralnya “Odading Mang Oleh” dengan kata “anying” menunjukkan penggunaan kata kasar yang dimaklumi.

Masykur menyatakan kekhawatiran terhadap pemberian legitimasi terhadap nilai-nilai yang sebenarnya tidak baik.

Konten receh sebagai hiburan tidak bermasalah, tetapi kelebihan dosisnya dapat menimbulkan gangguan psikologis atau masalah dalam relasi interpersonal.

Faktor-faktor yang Membentuk Selera Humor

Viralitas konten receh terkait erat dengan selera humor pembuat, penikmat, dan penyebar konten. Media televisi juga berperan dalam penyebarannya.

Tingkat literasi masyarakat mempengaruhi selera humor, mirip dengan selera seni secara umum.

Berikut faktor-faktor yang membentuk selera humor:

  • Usia: Bayi mudah tertawa dengan hal sederhana, sementara orang lanjut usia bisa kembali menikmati humor sederhana.
  • Pendidikan: Pendidikan membantu individu lebih selektif dalam menerima informasi, termasuk humor.
  • Kecerdasan: Orang cerdas menikmati humor yang lebih cerdik. Penelitian menunjukkan korelasi antara selera humor dan IQ.
  • Kepribadian: Kepribadian mempengaruhi gaya canda dan tanggapan terhadap humor. Orang cemas lebih suka humor yang aman.
  • Perspektif: Perspektif mempengaruhi cara seseorang menerima humor. Orang positif lebih mudah menerima olokan.
  • Lingkungan Pergaulan: Lingkungan membentuk pola pikir dan jenis humor yang dianggap lucu.

Humor berkualitas menciptakan kejutan dan tidak terduga.

Humor merupakan kebutuhan untuk kebahagiaan, dan tersebar di semua kelas sosial.

Perbedaannya hanya pada ekspresi humor yang dilakukan, ada yang terbuka dan ada yang lebih tertutup.

Bahkan pejabat pun memerlukan humor, seperti Menteri Basuki Hadimuljono yang sering viral karena tingkah lucunya.

Humor berdampak positif pada kesehatan fisik dan mental, meningkatkan produktivitas, dan bahkan sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, mari ramaikan ruang digital dengan humor berkualitas.

Also Read

Tags

Leave a Comment

SLOT367 https://www.sinamism.com
SLOT367
SLOT367 slot367 gajah55 gajah55 gajah55 GAJAH55 gajah55 https://linktr.ee/SLOTS367ID https://heylink.me/SLOT367_ID/ https://stmik-indonesia.ac.id
https://stiemuarateweh.ac.id https://www.nhm.ac.id https://unidaaceh.ac.id/ https://www.upgrismg.ac.id https://stmt-trisakti.ac.id https://stikfamika.ac.id https://journal.iaialhikmahtuban.ac.id toto macau auto7slot link login auto7slot https://heylink.me/sejoli76/ https://sejoli76.it.com/ sejoli76 sejoli76 sejoli76 sejoli76 https://akarweb.lotsgroup.com/ https://signere.keyforce.no/ https://pimeditor.damensch.com/ https://waynestakeaway.rshosting.no/ https://testlogin2.giftedmatrix.net/ https://api.hrp.test.ibasis.co.uk/