Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai pusat data di Asia Tenggara. Kolaborasi antara Equinix, perusahaan penyedia infrastruktur data center global, dan Astra International, konglomerat terbesar di Indonesia, menandai langkah signifikan dalam pengembangan teknologi di Indonesia.
Kemitraan strategis ini menghasilkan peluncuran JK1 Jakarta International Business Exchange (IBX), sebuah data center canggih di Jakarta yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan pesat kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Fasilitas ini diklaim akan menjadi pendorong utama inovasi dan kolaborasi di sektor ekonomi digital Indonesia.
Data Center JK1: Pendorong Pertumbuhan AI di Indonesia
Data center JK1, buah kolaborasi Equinix dan Astra International, resmi diluncurkan di Jakarta. Fasilitas ini diharapkan mampu mengakselerasi perkembangan AI di Indonesia.
Chief Business Officer Equinix, Jon Li, menyatakan bahwa JK1 bukan hanya sekadar fasilitas fisik, tetapi juga ekosistem yang mendorong inovasi dan kolaborasi di sektor digital. Equinix berinvestasi dalam teknologi canggih untuk mendukung aplikasi yang intensif energi, termasuk AI.
JK1 dilengkapi dengan sistem pendingin cair yang canggih. Teknologi ini dirancang untuk mendukung beban kerja berdensitas tinggi secara efisien dan ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan komitmen Equinix terhadap keberlanjutan.
Dukungan Pemerintah dan Potensi Investasi
Pemerintah Indonesia menyambut positif investasi Equinix. Kehadiran JK1 dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia.
Sekjen Komdigi, Mira Tayyiba, menekankan bahwa JK1 membuka peluang kolaborasi bagi berbagai pelaku usaha, mulai dari korporasi besar hingga UMKM. Ia juga melihat data center ini sebagai pintu masuk bagi investasi teknologi global.
Mira menambahkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan daya saing, termasuk suplai air yang memadai, akses energi yang kompetitif, dan potensi energi hijau yang besar. Hal ini semakin memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi pusat data.
Deputi Bidang Teknologi Informasi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Ricky Kusmayadi, mengapresiasi investasi Equinix. Ia melihat hal ini selaras dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%.
Prospek Pertumbuhan Pusat Data di Indonesia
Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan pesat dalam kapasitas pusat data hingga tahun 2028. Kapasitasnya diperkirakan akan mencapai 936 megawatt, meningkat lebih dari 210% dari kapasitas saat ini.
Ricky Kusmayadi menyebutkan beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan ini, antara lain tingginya permintaan, konektivitas yang baik, kesiapan AI, dan harga energi serta lahan yang terjangkau. Kebijakan pemerintah yang mendukung dan moratorium di negara tetangga juga menjadi faktor positif.
Investasi Equinix diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian, pengembangan sumber daya manusia, dan transformasi digital Indonesia. Hal ini juga diyakini akan menarik lebih banyak perusahaan multinasional untuk berinvestasi di Indonesia.
Dengan konektivitas global yang semakin baik, investasi ini berpotensi mendorong inovasi domestik dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah internasional. Data center JK1 menjadi simbol komitmen Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri pusat data global.
Kehadiran JK1 bukan hanya sekadar penambahan infrastruktur, tetapi juga momentum penting dalam perjalanan transformasi digital Indonesia. Dengan dukungan pemerintah dan investasi swasta yang signifikan, Indonesia semakin siap untuk menjadi pusat inovasi teknologi di kawasan Asia Tenggara.






