Serangan bersenjata di Pahalgam, Kashmir, yang menewaskan 26 orang telah memicu kepanikan massal di kalangan wisatawan. “Little Switzerland”-nya India ini mendadak sepi setelah insiden mematikan tersebut.
Sehari setelah serangan, para turis bergegas meninggalkan Pahalgam. Hotel-hotel di kawasan tersebut melaporkan lonjakan pembatalan pemesanan, mencerminkan dampak signifikan insiden ini terhadap sektor pariwisata Kashmir.
Eksodus Massal Turis dari Pahalgam
Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, menyebut kejadian ini sebagai “eksodus tamu-tamu kami”. Para wisatawan berdesakan di dalam bus dan taksi untuk meninggalkan daerah tersebut.
Pemerintah India sebelumnya bangga dengan angka kunjungan wisatawan ke Kashmir. 3,5 juta wisatawan domestik mengunjungi Kashmir pada tahun 2024, menunjukkan “kenormalan dan kedamaian” yang diklaim telah pulih di wilayah yang sebelumnya dilanda konflik.
Namun, serangan terdahsyat ini sejak tahun 2000 telah menghancurkan citra tersebut.
Dampak Serangan terhadap Industri Pariwisata Kashmir
Pemilik hotel di Pahalgam melaporkan banyaknya pembatalan reservasi. Hotel Mount View, yang sebelumnya penuh terisi hingga berbulan-bulan ke depan, mendadak dibanjiri pembatalan setelah berita serangan tersebar.
Abdul Salam, manajer Hotel Mount View, khawatir serangan ini akan melumpuhkan bisnis pariwisata di Kashmir. Ia dan rekan-rekannya berupaya meyakinkan calon wisatawan untuk tetap datang.
Seorang turis dari Mumbai, Paras Sawla, mengakui rasa takut di antara para pengunjung setelah kejadian tersebut. Ia mencoba mendapatkan penerbangan pulang secepatnya.
Respon Pemerintah dan Dukungan Lokal
Direktur Jenderal Penerbangan Sipil India, Faiz Ahmed Kidwai, telah mengeluarkan surat permintaan kepada maskapai penerbangan untuk menambah penerbangan guna memfasilitasi evakuasi wisatawan.
Ironisnya, meskipun dilanda kepanikan, penduduk setempat tetap menunjukkan keramahan dan membantu para turis meninggalkan daerah tersebut. Sawla memuji sikap suportif masyarakat Kashmir.
Di lokasi kejadian, helikopter militer berseliweran memburu para pelaku. Bercak darah masih terlihat di lokasi, yang kini dijaga ketat oleh personel militer.
Penyelidik forensik mengumpulkan bukti di lokasi kejadian sementara tentara menjaga pintu masuk.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi industri pariwisata Kashmir yang tengah berupaya bangkit. Meskipun keramahan penduduk setempat patut diapresiasi, dibutuhkan upaya besar dari pemerintah dan berbagai pihak untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan dan memulihkan sektor pariwisata di wilayah tersebut. Tantangan ke depan adalah membangun kembali rasa aman dan kepercayaan agar Kashmir dapat kembali menarik kunjungan wisatawan seperti sedia kala.





