Bagi Anda yang tertarik membudidayakan porang, memahami siklus panen menjadi kunci kesuksesan. Waktu panen porang ternyata bervariasi, tergantung jenis bibit yang digunakan, apakah dari umbi atau katak (bibit kecil).
Informasi ini penting bagi petani pemula. Artikel ini akan mengulas lebih lanjut mengenai variasi waktu panen porang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Variasi Waktu Panen Berdasarkan Jenis Bibit
Umumnya, porang dapat dipanen setelah 6 hingga 8 bulan penanaman. Namun, durasi ini bukanlah patokan mutlak.
Waktu panen sangat dipengaruhi oleh jenis bibit yang digunakan. Bibit umbi besar akan menghasilkan panen lebih cepat dan lebih besar dibanding bibit katak.
Sebagai contoh, umbi porang berukuran 1 kilogram yang terdiri dari 6-7 potong, dapat menghasilkan umbi baru hingga 2 kilogram jika perawatan optimal.
Sebaliknya, bibit katak (kecil) menghasilkan umbi yang lebih kecil. Ukuran dan kualitas katak menentukan hasil panen.
Katak mini, misalnya, bisa menghasilkan umbi 3-4 ons jika dirawat baik, namun ada juga yang hanya menghasilkan setengah ons.
Potensi Pendapatan Tambahan dari Bibit Porang
Keuntungan bercocok tanam porang tidak hanya dari umbi konsumsi, tetapi juga dari penjualan bibit.
Permintaan bibit porang sangat tinggi, sehingga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani.
Panen bibit biasanya dilakukan sekitar bulan kelima setelah penanaman.
Petani yang kekurangan bibit dapat memperolehnya dari petani lain di sekitarnya.
Perawatan yang Tepat: Kunci Keberhasilan Budidaya Porang
Perawatan yang tepat sangat menentukan keberhasilan budidaya porang, baik untuk umbi konsumsi maupun bibit.
Bagi yang ingin fokus pada produksi umbi konsumsi, disarankan menggunakan bibit umbi besar (0,5-1 kg).
Bibit umbi besar akan langsung tumbuh besar dan menghasilkan umbi konsumsi berkualitas tinggi.
Kesimpulannya, keberhasilan budidaya porang bergantung pada pemilihan bibit yang tepat dan perawatan yang optimal.
Baik untuk produksi umbi maupun bibit, pemahaman mendalam tentang budidaya porang sangat diperlukan.
Dengan perawatan yang baik dan pemilihan bibit yang tepat, petani dapat memaksimalkan hasil panen dan mendapatkan keuntungan yang optimal.
Oleh karena itu, penting bagi calon petani porang untuk mempelajari teknik budidaya yang tepat sebelum memulai usaha ini.






