Politisi Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya di rapat Komisi X DPR RI bersama Kemenpora dan Ketua PSSI terkait naturalisasi pemain sepak bola menuai kontroversi. Pernyataan tersebut dinilai seksis dan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan. Namun, dalam sidang Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Rabu (7/5/2025), Ahmad Dhani memberikan klarifikasi atas pernyataannya.
Sidang yang dipimpin Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam tersebut menghadirkan Ahmad Dhani untuk menjelaskan kontroversi yang ditimbulkannya. Ia membela diri dan menyatakan tidak ada kesalahan dalam pernyataannya.
Klarifikasi Ahmad Dhani di Sidang MKD
Dalam sidang MKD, Ahmad Dhani menegaskan keyakinannya bahwa pengembangan sepak bola Indonesia memerlukan strategi yang tepat, termasuk naturalisasi. Ia berpendapat pernyataannya tidak salah dan tidak melanggar norma agama maupun Pancasila.
Ia menjelaskan usulannya untuk menjodohkan perempuan Indonesia dengan warga negara asing yang berusia di atas 40 tahun atau duda, dengan tujuan agar anak yang lahir kelak dapat menjadi pemain sepak bola andalan Indonesia. Dhani menekankan bahwa usulannya bukan ajakan untuk kumpul kebo, melainkan berupa saran untuk dijodohkan.
Dhani juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengkritik atau menggugat pernyataannya. Ia siap mengoreksi pernyataannya jika terbukti bertentangan dengan Pancasila dan agama.
Kontroversi Pernyataan Ahmad Dhani dan Kecaman Komnas Perempuan
Pernyataan Ahmad Dhani yang kontroversial ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada bulan Maret 2025, ia juga melontarkan pernyataan serupa yang menuai kritik keras dari Komnas Perempuan.
Komnas Perempuan mengecam keras ide naturalisasi Ahmad Dhani yang dinilai meremehkan perempuan dan menganggap perempuan hanya sebagai alat reproduksi. Organisasi tersebut menilai pernyataan tersebut sangat melecehkan dan tidak pantas.
Ide naturalisasi Ahmad Dhani yang kontroversial tersebut berfokus pada pemain sepak bola berusia di atas 40 tahun atau duda yang dinikahkan dengan wanita Indonesia. Harapannya, anak dari pernikahan tersebut akan dibina untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
Tanggapan Publik dan Dampak Pernyataan
Pernyataan Ahmad Dhani yang kontroversial telah menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak pihak mengecam pernyataannya tersebut, sementara sebagian lainnya memberikan pembelaan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam mengeluarkan pernyataan publik, khususnya dari pejabat publik. Pernyataan yang kurang bijaksana dapat menimbulkan kontroversi dan berdampak negatif pada citra individu dan lembaga.
Sidang MKD menjadi tahap penting dalam proses klarifikasi dan evaluasi atas pernyataan Ahmad Dhani. Hasil dari sidang ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran berharga bagi semua pihak terkait pentingnya penggunaan bahasa yang santun dan bertanggung jawab dalam komunikasi publik.
Ke depannya, penting bagi para politisi untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat dan memastikan pernyataannya tidak merugikan atau melecehkan kelompok tertentu. Kebebasan berpendapat tetap harus diiringi dengan tanggung jawab dan etika.






