China kembali menegaskan ambisinya di jagat luar angkasa. Pada Kamis, 24 April 2025, tiga astronaut diluncurkan menuju stasiun luar angkasa Tiangong untuk misi penelitian dan perakitan modul. Peluncuran ini menandai tonggak penting dalam program antariksa independen China.
Misi Shenzhou-20 ini bukan hanya sekadar pengiriman astronaut. Ini adalah demonstrasi nyata kapabilitas teknologi dan ambisi eksplorasi luar angkasa China yang semakin maju.
Tim Astronaut Shenzhou-20: Gabungan Pengalaman dan Keahlian Baru
Misi Shenzhou-20 membawa tiga astronaut, kombinasi unik antara pengalaman dan keahlian baru. Komandan misi, Chen Dong, adalah veteran berpengalaman yang telah berpartisipasi dalam misi Shenzhou-11 dan Shenzhou-14.
Dua astronaut lainnya, Chen Zhongrui dan Wang Jie, merupakan pendatang baru. Chen Zhongrui, mantan pilot angkatan udara, membawa keahlian navigasi dan penguasaan teknis tinggi.
Sementara itu, Wang Jie, seorang insinyur dari China Aerospace Science and Technology Corporation, memberikan perspektif rekayasa yang krusial bagi keberhasilan misi perakitan modul di Tiangong.
Misi Shenzhou-20: Penelitian, Perakitan, dan Perbaikan di Stasiun Luar Angkasa Tiangong
Selama enam bulan di orbit, ketiga astronaut akan melakukan berbagai aktivitas penting. Penelitian ilmiah di bidang teknologi dan pengobatan luar angkasa akan menjadi fokus utama.
Astronaut juga akan melakukan aktivitas di luar wahana (spacewalk) untuk memasang dan memperbaiki beberapa komponen stasiun luar angkasa. Ini termasuk tugas-tugas perakitan modul baru dan pemeliharaan fasilitas yang ada.
Misi ini juga akan menggantikan kru sebelumnya yang telah berada di stasiun luar angkasa Tiangong sejak Oktober 2024. Kru sebelumnya dijadwalkan kembali ke Bumi pada tanggal 29 April 2025.
China Menuju Era Baru Antariksa: Independen dan Ambisius
Peluncuran Shenzhou-20 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China menandakan kemajuan pesat program antariksa negeri tirai bambu. China kini telah berhasil membangun program antariksa yang independen dan canggih.
Tidak lagi bergantung pada Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), China telah menunjukkan kemampuannya untuk membangun dan mengoperasikan stasiun luar angkasa sendiri.
Ambisi China di luar angkasa tidak berhenti di sini. Target jangka panjang termasuk rencana untuk mendaratkan manusia di Bulan pada tahun 2030. Ini menunjukkan komitmen dan investasi besar-besaran dalam eksplorasi luar angkasa.
Keberhasilan misi Shenzhou-20 akan menjadi batu loncatan bagi pencapaian ambisius ini. China terus berinvestasi dalam teknologi dan pelatihan astronaut untuk memastikan keberhasilan misi-misi selanjutnya.
Dengan misi Shenzhou-20, China semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam eksplorasi luar angkasa. Dunia akan terus menyaksikan kemajuan pesat program antariksa China dalam beberapa tahun mendatang.
Peluncuran ini menjadi bukti nyata kemampuan China dalam teknologi roket dan astronautika. Program antariksa China yang semakin maju menunjukkan ambisi global yang signifikan.





