Mentri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli secara resmi membuka Kongres Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) ke-VIII di Jakarta pada Rabu, 23 April 2025. Kongres yang berlangsung selama tiga hari ini, diharapkan akan menghasilkan rumusan penting bagi kemajuan buruh di Indonesia.
Kehadiran Menaker Yassierli menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung perjuangan dan aspirasi para pekerja di Indonesia. Pembukaan kongres ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat KSBSI, Johannes Darta Pakpahan, dan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.
Pembukaan Kongres KSBSI: Kolaborasi Hadapi Tantangan Sistemik
Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha untuk menghadapi berbagai tantangan sistemik dan struktural yang dihadapi dunia kerja Indonesia.
Beliau mengajak semua pihak untuk bekerja sama membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan. Hal ini sangat krusial untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Agenda Kongres: Mencari Solusi untuk Masalah Buruh
Kongres KSBSI ke-VIII berfokus pada berbagai isu krusial yang dihadapi oleh kaum buruh di Indonesia. Beberapa isu penting yang dibahas antara lain upah minimum, jaminan sosial ketenagakerjaan, serta perlindungan pekerja informal.
Diskusi dan perumusan strategi dalam kongres ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkrit bagi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi para pekerja.
Harapan untuk Masa Depan Dunia Kerja Indonesia
Kongres KSBSI menjadi wadah penting bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi dan perjuangannya. Hasil dari kongres ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perbaikan kondisi kerja di Indonesia.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha, diharapkan dunia kerja di Indonesia akan semakin berkembang dan menguntungkan bagi semua pihak.
Partisipasi Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, dalam kongres ini juga menunjukkan pentingnya peran serikat pekerja dalam mengawasi dan mengawal implementasi kebijakan pemerintah di bidang ketenagakerjaan.
Kongres KSBSI ke-VIII tidak hanya sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan dan mengarahkan masa depan dunia kerja Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.
Diharapkan kongres ini akan menghasilkan rumusan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Komitmen dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan dunia kerja Indonesia yang adil dan sejahtera.
Suksesnya kongres ini akan berkontribusi pada terwujudnya hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan, sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif serta meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia.





