Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, optimistis target penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 82,9 juta penerima akan tercapai pada November 2025. Kepercayaan diri ini didorong oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang tengah dipersiapkan untuk memimpin program tersebut.
Program MBG sendiri telah berjalan selama 5,5 bulan dan telah menjangkau 5,4 juta penerima, jumlah yang setara dengan populasi Singapura. Meskipun baru mencapai 6 persen dari target keseluruhan, capaian ini menunjukkan progres yang signifikan dalam waktu singkat.
Kesiapan SDM dan Infrastruktur untuk Percepatan Program MBG
Salah satu kunci keberhasilan program MBG adalah tersedianya SDM yang mumpuni. BGN tengah melatih sekitar 30.000 Sarjana Penggerak di Universitas Pertahanan.
Para Sarjana Penggerak ini akan lulus pada 14 Juli 2025 dan langsung diterjunkan ke lapangan untuk memimpin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini diyakini akan mempercepat pencapaian target nasional.
Distribusi Sarjana Penggerak ke Daerah 3T
Prioritas penempatan Sarjana Penggerak adalah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Daerah-daerah ini seringkali menghadapi kendala akses dan distribusi.
Dengan kehadiran para Sarjana Penggerak, diharapkan kendala tersebut dapat diatasi dan penyaluran MBG di daerah 3T dapat berjalan lebih efektif. Percepatan distribusi di daerah 3T diperkirakan akan terlihat nyata pada akhir Juli hingga awal Agustus 2025.
Anggaran dan Infrastruktur yang Terjamin
Selain SDM, ketersediaan anggaran juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program MBG. Dadan Hindayana memastikan bahwa anggaran untuk program ini telah disepakati dan ketersediaannya terjamin.
Infrastruktur pendukung program MBG juga telah dipersiapkan dengan baik. Kombinasi antara anggaran yang memadai dan infrastruktur yang siap pakai akan memperlancar distribusi MBG ke seluruh penerima manfaat.
Tantangan dan Strategi Ke Depan
Meskipun optimis, BGN tetap menyadari adanya tantangan dalam pencapaian target 82,9 juta penerima MBG. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah memastikan kualitas dan keamanan pangan yang disalurkan.
Untuk mencegah keracunan makanan, menu MBG akan diwajibkan menjalani rapid test sebelum disajikan kepada penerima manfaat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BGN untuk menjamin kualitas dan keamanan program MBG.
Program MBG telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam waktu relatif singkat. Dengan kesiapan SDM, anggaran, dan infrastruktur yang memadai, target 82,9 juta penerima diyakini dapat tercapai pada November 2025. Namun, pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama untuk memastikan keberhasilan program ini secara menyeluruh dan berkelanjutan. Keberhasilan ini tak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dampak positifnya terhadap gizi masyarakat Indonesia.






