Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini memiliki ikon baru yang menarik perhatian: sebuah monumen lokomotif buatan Jerman. Lokomotif bersejarah ini bukan sekadar pajangan, melainkan simbol perkembangan kota dan penghormatan terhadap sejarah perkeretaapian di Jember.
Berlokasi di sekitar area perkantoran PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember di Jalan PB Sudirman, monumen ini diresmikan oleh Bupati Jember dan pihak KAI. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru dan meningkatkan perekonomian lokal.
Lokomotif Jerman Bersejarah di Jember
Monumen ini menampilkan lokomotif seri D301 13, salah satu dari 80 unit lokomotif yang didatangkan dari pabrik Fried Krupp, Jerman pada tahun 1961-1962 oleh Djawatan Kereta Api (DKA).
Lokomotif dengan berat 28 ton ini memiliki sejarah panjang, pernah beroperasi di Stasiun Jember, Madiun, dan sejumlah stasiun di Daop 5 Purwokerto sebelum akhirnya dinonaktifkan pada tahun 2018.
Landmark Baru dan Pusat Edukasi
Vice President KAI Daop 9 Jember, Mulyani, menjelaskan bahwa monumen ini dibangun sebagai landmark kawasan stasiun dan perkantoran KAI.
Selain itu, monumen ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi sejarah perkeretaapian di Jember, memberikan wawasan bagi masyarakat tentang perjalanan kereta api di daerah tersebut.
Pembangunan monumen ini selaras dengan rencana Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempercantik kota dan menjadikan Stasiun Jember sebagai salah satu pintu masuk yang menarik bagi pengunjung.
Harapan untuk Kemajuan Jember
Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyampaikan apresiasinya kepada PT KAI atas pembangunan monumen ini.
Ia berharap monumen lokomotif tersebut dapat menjadi ikon baru Jember, menarik minat wisatawan, dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah.
Keberadaan Stasiun Jember yang strategis di tengah kota diharapkan dapat menjadikan Jember sebagai pusat ekonomi di wilayah Tapal Kuda dan mendorong perkembangan daerah.
Pihak KAI mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian monumen tersebut agar keindahannya dapat dinikmati bersama dalam jangka panjang.
Dengan demikian, monumen lokomotif D301 13 bukan hanya sekadar simbol sejarah, tetapi juga representasi harapan akan masa depan Jember yang lebih maju dan berkembang.
Kehadirannya diharapkan dapat mendorong pariwisata, meningkatkan perekonomian lokal, dan sekaligus menjadi pengingat akan sejarah perkeretaapian di Jember.






