Partai Buruh Australia, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Anthony Albanese, berhasil memenangkan pemilu dan membentuk pemerintahan mayoritas. Kemenangan ini menandai terpilihnya kembali Albanese sebagai Perdana Menteri, menjadikannya salah satu dari sedikit pemimpin Australia yang menjabat dua periode. Kemenangan ini didasari oleh sejumlah janji kampanye yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Australia. Berikut beberapa janji kunci Partai Buruh dan dampaknya bagi warga, termasuk diaspora Indonesia.
Kebijakan Migrasi
Partai Buruh berencana menaikkan biaya visa mahasiswa internasional dari A$1.600 menjadi A$2.000. Sebaliknya, migrasi permanen akan sedikit diturunkan, dari 190.000 menjadi 185.000 pada tahun fiskal 2024-2025. Pemerintah juga memperkirakan penurunan migrasi sementara hingga 75.000. Total angka migrasi diperkirakan turun dari 335.000 tahun ini menjadi 260.000 tahun depan, dan 225.000 tahun berikutnya. Mahasiswa internasional merupakan kelompok terbesar dalam migrasi sementara. Meskipun sebelumnya Partai Buruh berupaya membatasi jumlah mahasiswa internasional, upaya tersebut gagal.
Penguatan Sistem Kesehatan (Medicare)
Salah satu janji utama Partai Buruh adalah investasi A$8,5 miliar untuk Medicare selama empat tahun. Ini merupakan investasi terbesar dalam Medicare sejak sistem tersebut diberlakukan lebih dari 40 tahun lalu. Dana tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dengan menargetkan sembilan dari sepuluh kunjungan ke dokter umum dapat dilakukan dengan sistem ‘bulk billing’. Investasi ini juga akan digunakan untuk melatih lebih banyak perawat dan 2.000 dokter umum baru setiap tahun. Perdana Menteri Albanese menekankan pentingnya Medicare sebagai layanan bagi semua warga Australia, bukan hanya pendukung Partai Buruh.
Kebijakan Perumahan dan Biaya Hidup
Partai Buruh menjanjikan pembangunan 100.000 rumah khusus untuk pembeli rumah pertama dengan alokasi dana A$10 miliar. Mereka juga akan memberikan akses pembiayaan uang muka sebesar 5% dari harga rumah. Selain itu, Partai Buruh akan melarang investor asing dan penduduk non-permanen membeli rumah yang sudah ada selama dua tahun. Untuk mengatasi tingginya biaya hidup, Partai Buruh berjanji untuk membatasi kenaikan harga barang di supermarket, memberikan bantuan energi sebesar A$150 untuk rumah tangga dan usaha kecil, dan mengurangi pajak dalam dua tahap.
Pengurangan Beban Utang Kuliah dan Pendidikan
Partai Buruh berencana menghapus 20% dari utang mahasiswa untuk biaya kuliah (HECS). Ini bertujuan untuk meringankan beban keuangan mahasiswa akibat inflasi. Mereka juga akan menaikkan batas pendapatan untuk mulai membayar kembali utang kuliah menjadi A$67.000, mengurangi cicilan tahunan bagi mereka yang berpenghasilan A$70.000. Program tambahan termasuk penyediaan 100.000 tempat pelatihan TAFE gratis per tahun mulai 2027.
Investasi di Sektor Perawatan Anak dan Kesehatan
Partai Buruh mengalokasikan A$1 miliar untuk membangun dan memperluas sekitar 160 pusat penitipan anak dalam empat tahun. Pusat-pusat tersebut akan berlokasi dekat sekolah dan dimiliki pemerintah. Pemerintah juga telah meluluskan undang-undang untuk menjamin subsidi penitipan anak minimal tiga hari bagi para orangtua. Selain itu, Partai Buruh berjanji untuk membangun 50 klinik perawatan darurat baru dan mengurangi harga obat-obatan dalam PBS dari A$31,60 menjadi A$25.
Kemenangan Partai Buruh membawa harapan baru bagi warga Australia dengan berbagai kebijakan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan akses layanan publik. Keberhasilan implementasi janji-janji kampanye ini akan menjadi penentu keberhasilan pemerintahan Albanese di periode keduanya. Dampaknya terhadap komunitas diaspora Indonesia juga patut dinantikan, terutama terkait kebijakan migrasi dan akses layanan kesehatan.






