Keluarga Macettare-Cordisco, pasangan Kel (41) dan Bruno (42), telah menjadi pusat perhatian karena pilihan gaya hidup mereka yang tak biasa. Menikah selama hampir dua dekade dan dikaruniai dua anak, Henry (19) dan Hector (13), keluarga ini kini menjalani hubungan poliamori, melibatkan dua pasangan tambahan dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Keputusan ini telah memicu perdebatan di tengah masyarakat yang masih mayoritas menganut nilai monogami. Namun, bagi keluarga Macettare-Cordisco, poliamori adalah cara mereka menjaga keseimbangan dan kebahagiaan dalam hubungan mereka.
Kehidupan Poliamori Keluarga Macettare-Cordisco
Kel dan Bruno, awalnya menjalani pernikahan monogami seperti kebanyakan pasangan. Namun seiring berjalannya waktu, mereka merasa perlu menyegarkan dinamika hubungan mereka.
Kini, Kel menjalin hubungan dengan Diego Machado, yang tinggal bersama mereka. Sementara itu, Bruno berpacaran dengan Jennifer de Faria, yang rutin mengunjungi rumah mereka setiap akhir pekan.
Integrasi kedua pasangan baru ini ke dalam kehidupan keluarga telah berjalan dengan baik, menurut penuturan Kel kepada NeedToKnow.
Menyesuaikan Peran dan Tanggung Jawab
Untuk mengakomodasi empat orang dewasa dalam satu rumah, Kel dan Bruno telah melakukan penyesuaian. Terdapat dua kamar tidur untuk masing-masing pasangan.
Pembagian tugas rumah tangga juga dilakukan secara adil. Bruno dan Jennifer berkolaborasi dalam memasak dan berbelanja. Kel bertanggung jawab membersihkan lantai.
Anak-anak pun turut berkontribusi dengan tugas-tugas sederhana. Henry mencuci piring, sementara Hector membersihkan kandang kucing, membuang sampah, dan membersihkan wastafel.
Tantangan dan Penerimaan
Kehidupan keluarga Macettare-Cordisco tidak lepas dari kontroversi dan cibiran dari masyarakat. Banyak yang menganggap pilihan mereka sebagai kekacauan.
Namun, Kel dan Bruno menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan kerja keras emosional dalam mempertahankan hubungan mereka.
Yang mengejutkan, anak-anak mereka menerima dengan baik keberadaan pasangan baru orang tua mereka. Hal ini menunjukkan kemampuan adaptasi dan penerimaan yang luar biasa dari seluruh anggota keluarga.
Bruno menjelaskan bahwa meskipun rumit, poliamori telah menyeimbangkan hubungannya dengan Kel. Mereka menyadari ini bukan tanpa tantangan, tetapi hasil yang mereka raih sepadan dengan usaha yang mereka lakukan.
Kisah keluarga Macettare-Cordisco menyajikan perspektif unik tentang hubungan dan keluarga di era modern. Meskipun kontroversial, pendekatan mereka terhadap poliamori menunjukkan bahwa kebahagiaan rumah tangga dapat didefinisikan secara berbeda dan dibangun melalui komunikasi, komitmen, dan kesediaan untuk beradaptasi.
Cerita ini juga mengingatkan kita akan pentingnya toleransi dan pemahaman terhadap pilihan hidup orang lain, selama tidak merugikan orang lain. Yang terpenting adalah setiap individu mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hubungan mereka.





