Penonaktifan Kapolres Belawan, AKBP Oloan Siahaan, oleh Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Whisnu Hermawan Februanto, mendapat apresiasi dari Komisioner Kompolnas, Chairul Anam. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap akuntabilitas dan transparansi dalam penyelidikan kasus penyerangan mobil Kapolres yang berujung pada penembakan.
Anam menjelaskan bahwa penonaktifan Oloan menjamin proses penyelidikan berjalan independen, tanpa adanya pengaruh dari pihak yang berkepentingan. Hal ini penting untuk memastikan keadilan dan kepercayaan publik terhadap proses hukum.
Penonaktifan Kapolres: Langkah Tepat Menuju Transparansi
Kompolnas menilai penonaktifan Kapolres Belawan merupakan langkah positif dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas proses penyelidikan. Keputusan ini menunjukkan komitmen Polri dalam menangani kasus tersebut secara adil dan objektif.
Chairul Anam menegaskan, penonaktifan Oloan memastikan proses penyelidikan bebas dari intervensi. Hal ini penting agar hasil penyelidikan dapat dipertanggungjawabkan dan diterima masyarakat.
Masalah Sosial di Belawan: Lebih dari Sekedar Kasus Penembakan
Kompolnas menerima informasi dari masyarakat terkait permasalahan sosial yang kompleks di wilayah Belawan. Informasi ini menekankan perlunya pendekatan holistik dalam menyelesaikan masalah di daerah tersebut.
Anam menekankan bahwa masalah di Belawan tidak hanya sebatas kasus penembakan. Ada masalah sosial yang lebih luas yang perlu ditangani secara bersama-sama oleh berbagai pihak.
Polisi, menurut Anam, hanya mampu hadir di tahap akhir, ketika terjadi kekerasan atau ancaman terhadap masyarakat. Solusi membutuhkan kolaborasi antar berbagai lembaga dan stakeholder.
Solusi Komprehensif: Kolaborasi Antar Lembaga
Kompolnas mendorong kolaborasi antar lembaga dan stakeholder dalam menyelesaikan masalah sosial di Belawan. Polisi sendiri tidak cukup untuk mengatasi kompleksitas masalah yang ada.
Pengalaman Anam di Komnas HAM menunjukkan bahwa masalah seperti narkoba memerlukan pendekatan multi-pihak. Kasus penembakan ini diharapkan menjadi momentum untuk perubahan di Belawan.
Harapannya, Belawan dapat menjadi wilayah yang lebih aman, ramah, dan bebas dari berbagai permasalahan sosial di masa mendatang. Kerja sama seluruh pihak sangat krusial dalam mencapai tujuan ini.
Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan Februanto, menyambut baik kedatangan Kompolnas dan Irwasum Polri. Ia menegaskan komitmen Polri dalam memberikan transparansi dan akuntabilitas atas peristiwa penembakan tersebut.
Pihaknya akan terbuka atas hasil penyelidikan dan mempercayakan proses tersebut kepada Kompolnas dan Irwasum Polri. Transparansi akan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.
Kesimpulannya, kasus penembakan di Belawan menjadi titik awal untuk mengatasi masalah sosial yang lebih luas di daerah tersebut. Kerja sama antar lembaga dan komitmen terhadap transparansi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat Belawan.






