Menko Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini mengumumkan hasil negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Negosiasi ini dilakukan menyusul kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya. Respon dari pihak AS terhadap tawaran Indonesia dinilai positif.
Bahkan, AS menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan perundingan ini. Hal ini terlihat dari penugasan langsung kepada Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) untuk melanjutkan negosiasi.
Apresiasi AS terhadap Tawaran Indonesia
Airlangga menyatakan bahwa USTR sangat mengapresiasi upaya Indonesia dalam berdialog. Pihak AS telah menugaskan USTR untuk bernegosiasi secara resmi dengan Indonesia.
Kerahasiaan negosiasi telah disepakati melalui penandatanganan NDA (Non-Disclosure Agreement). Informasi yang dibahas akan tetap rahasia dan tidak akan dipublikasikan ke publik. Secara geopolitik, Indonesia dinilai penting oleh Amerika Serikat.
Arahan Presiden Prabowo Subianto: Solusi yang Saling Menguntungkan
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan penting kepada Airlangga dalam perundingan tersebut. Arahan tersebut menekankan pentingnya solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi kedua negara.
Indonesia, menurut arahan Presiden, tidak membeda-bedakan negara dalam menawarkan solusi. Tawaran Indonesia didasarkan pada kebijakan dalam negeri, salah satunya melalui deregulasi yang dilakukan oleh Satgas yang telah dibentuk.
Pembentukan Tiga Satgas untuk Mempercepat Perundingan
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan tiga Satgas untuk mendukung perundingan. Satgas pertama fokus pada perundingan investasi, perdagangan, dan keamanan ekonomi.
Satgas kedua difokuskan pada perluasan kesempatan kerja dan mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Satgas ketiga berfokus pada deregulasi kebijakan.
Satgas tambahan juga direncanakan untuk peningkatan iklim investasi dan percepatan perizinan berusaha. Ketiga Satgas ini diharapkan dapat mempercepat proses negosiasi dan menghasilkan solusi yang optimal.
Airlangga berharap dengan adanya satgas ini, perundingan tarif dagang Indonesia-AS dapat berjalan lebih cepat dan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Hal ini akan menempatkan Indonesia pada posisi yang strategis dalam hubungan bilateral dengan AS.
Informasi lebih lengkap mengenai negosiasi ini dapat disaksikan di program detikPagi. Program ini disiarkan secara langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di berbagai platform.
Dengan adanya komitmen dari kedua belah pihak dan dukungan dari Satgas yang dibentuk, diharapkan negosiasi tarif dagang Indonesia-AS akan segera mencapai titik temu yang menguntungkan. Hal ini akan memperkuat hubungan ekonomi bilateral dan memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua negara.





