Festival Film Cannes 2025 menyajikan beragam penampilan memukau dari para selebriti dunia. Namun, sorotan publik justru tertuju pada kontroversi yang melibatkan aktris China, Zhao Yingzi.
Penampilan Yingzi di karpet merah Cannes menjadi perbincangan hangat karena gaun transparan yang dikenakannya. Insiden ini memicu spekulasi tentang dugaan pengusirannya dari karpet merah.
Gaun Transparan Zhao Yingzi di Cannes
Zhao Yingzi tampil menawan dengan gaun haute couture rancangan JoliPoli. Gaun tersebut didominasi material transparan dengan aksen bebatuan yang menutupi bagian atas tubuh.
Selain itu, gaun tersebut juga dilengkapi hoodie dan aksesori bebatuan yang serasi. Bagian roknya terbuat dari material sequin yang berkilauan.
Desain yang unik dan berani ini berhasil membuat Yingzi menjadi pusat perhatian. Namun, keindahan gaun tersebut tampaknya melanggar aturan berpakaian resmi Cannes.
Dugaan Pelanggaran Dress Code dan Pengusiran
Beredar video yang memperlihatkan Yingzi berbicara dengan petugas di karpet merah setelah sesi foto. Video ini memicu spekulasi bahwa ia diusir karena gaunnya dianggap terlalu transparan.
Media Korea, Koreaboo, memberitakan dugaan pengusiran tersebut. Disebutkan bahwa gaun Yingzi tidak sesuai dengan dress code yang telah ditentukan pihak penyelenggara.
Pihak penyelenggara Cannes belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, video yang beredar luas di media sosial menjadi bukti pendukung dugaan pelanggaran dress code.
Kontroversi Busana di Cannes dan Reaksi Publik
Zhao Yingzi bukanlah satu-satunya selebriti yang menimbulkan kontroversi karena busananya di Cannes 2025. Beberapa artis wanita lainnya juga menuai kritik atas pilihan pakaian mereka.
Irina Shayk, Heidi Klum, dan Bella Hadid termasuk di antara selebriti yang dianggap melanggar aturan berpakaian yang cenderung menghindari gaun yang terlalu terbuka atau berukuran ekstra volume.
Peristiwa ini kembali mengangkat isu dress code di acara bergengsi seperti Festival Film Cannes. Aturan berpakaian yang ketat sering kali memicu perdebatan antara kebebasan berekspresi dan norma kesopanan.
Beragam reaksi publik muncul menanggapi insiden Zhao Yingzi. Sebagian netizen berpendapat bahwa gaun tersebut terlalu berani untuk acara resmi. Sebagian lainnya membela Yingzi, dengan alasan kebebasan berekspresi.
Kontroversi ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman dan kepatuhan terhadap dress code di acara-acara besar. Namun, juga mengingatkan akan pentingnya ruang bagi kreativitas dan ekspresi diri.
Ke depannya, peristiwa ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para penyelenggara dan juga para selebriti yang ingin tampil di acara-acara bergengsi serupa. Menemukan keseimbangan antara kreativitas dan kepatuhan terhadap aturan tetap menjadi tantangan tersendiri.





