Bakal calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, melakukan kunjungan ke Surabaya pada Sabtu malam, 30 September 2023. Kunjungan ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, pada Minggu, 1 Oktober 2023, di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP.
Meskipun tujuan utamanya adalah menyapa masyarakat Surabaya, kunjungan Ganjar ini memicu spekulasi mengingat momentum politik jelang Pilpres 2024 yang semakin dekat.
Kunjungan Ganjar Pranowo ke Surabaya: Silaturahmi dan Pertemuan Spesial
Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa Ganjar bertujuan untuk menyapa warga Surabaya. Namun, ia juga mengakui adanya pertemuan dengan sosok-sosok spesial di kota tersebut.
Identitas sosok spesial yang dimaksud Hasto tidak diungkap secara detail. Hal ini semakin menambah intrik seputar kunjungan Ganjar ke Surabaya.
Ganjar dan Khofifah: Kemungkinan Duet di Pilpres 2024
Sebelumnya, Ganjar Pranowo telah menyatakan bahwa Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, masih berpeluang menjadi calon wakil presiden (cawapres)nya. Pernyataan ini disampaikan Ganjar pada Jumat, 29 September 2023.
Ganjar menegaskan bahwa semua kandidat cawapres masih terbuka. Komunikasi politik yang intensif akan menjadi penentu.
Ia juga menambahkan preferensi terhadap figur cawapres yang berasal dari kalangan agamis. Hal ini sejalan dengan strategi PDI Perjuangan pada pilpres sebelumnya yang selalu mengusung pasangan capres-cawapres dengan perpaduan nasionalis dan religius.
Persyaratan dan Jadwal Pendaftaran Capres-Cawapres
Pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan oleh KPU RI pada 19 Oktober hingga 25 November 2023. Persyaratannya pun telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Pasangan capres-cawapres harus didukung minimal 115 kursi di DPR RI atau memperoleh 34.992.703 suara sah secara nasional pada Pemilu 2019. Syarat ini mencerminkan ambang batas yang cukup tinggi bagi calon yang ingin berkompetisi di Pilpres 2024.
Kunjungan Ganjar ke Surabaya, terlepas dari tujuan utamanya, menjadi sorotan mengingat waktu pendaftaran capres-cawapres yang semakin dekat. Kejelasan mengenai sosok “spesial” yang ditemui Ganjar, dan perkembangan selanjutnya dalam penentuan cawapres, akan tetap menarik perhatian publik dan pengamat politik.
Dinamika politik menjelang Pilpres 2024 masih terus berkembang. Pertemuan-pertemuan dan manuver politik akan terus terjadi hingga batas waktu pendaftaran capres-cawapres tiba. Publik perlu mencermati setiap perkembangan informasi dengan bijak dan kritis.






