Mantan karyawan PT Bakrie Telecom menggelar demonstrasi di depan Gedung Wisma Bakrie, Jakarta Selatan. Mereka, yang tergabung dalam Xbtel Pendilima Solidarity, menuntut pelunasan sisa pembayaran kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Aksi ini dilakukan karena masih banyak tunggakan yang belum dibayarkan oleh perusahaan.
Lebih dari 30 mantan karyawan merasa dirugikan. Mereka sebelumnya telah menandatangani perjanjian pembayaran kompensasi secara cicilan selama empat tahun. Namun, hingga Agustus 2023, baru 10% dari total kompensasi yang diterima.
Kekurangan Pembayaran dan Dampaknya
Koordinator lapangan, Rosman Fajar, menjelaskan bahwa perusahaan seringkali menunggak pembayaran beberapa bulan dalam kurun waktu tersebut. Akibatnya, hingga saat ini, pembayaran kompensasi masih belum sepenuhnya lunas. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan para eks karyawan.
Ketidakpastian pembayaran ini menimbulkan kesulitan ekonomi bagi banyak mantan karyawan. Beberapa di antaranya bahkan kesulitan membiayai pendidikan anak dan pengobatan. Kondisi ini yang mendasari aksi demonstrasi tersebut.
Lima Tuntutan Aksi
Demonstran menuntut lima hal kepada manajemen Bakrie Telecom. Mereka berharap tuntutannya ini dapat segera ditanggapi dan diselesaikan. Berikut kelima tuntutan tersebut:
1. Pelunasan seluruh sisa kompensasi PHK kepada 38 mantan karyawan secara tunai dan segera. Pembayaran yang tertunggak selama ini sangat memberatkan para mantan karyawan.
2. Perhatian dari Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin, untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini. Peran Kadin dalam menciptakan iklim usaha dan ketenagakerjaan yang sehat diharapkan dapat menjadi jembatan penyelesaian.
3. Tanggung renteng pembayaran sisa kompensasi PHK dari seluruh pemegang saham dan perusahaan afiliasi Bakrie Telecom. Hal ini agar tanggung jawab penyelesaian masalah tersebar merata.
4. Pemantauan dan pengawasan dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar Bakrie Telecom mematuhi hak-hak pekerja, khususnya dalam pembayaran kompensasi PHK. Pengawasan ini diharapkan dapat menekan agar perusahaan lebih bertanggung jawab.
5. Dukungan penuh terhadap komitmen Presiden dalam melindungi hak-hak pekerja dalam proses PHK, agar dilakukan secara adil dan sesuai hukum. Hal ini menjadi harapan agar kasus serupa tidak terulang kembali.
Harapan Penyelesaian yang Adil
Aksi demonstrasi ini dilakukan sebagai upaya terakhir untuk mendapatkan hak yang seharusnya diterima. Rosman menekankan pentingnya penyelesaian yang adil dan segera atas permasalahan tersebut.
Mereka berharap manajemen Bakrie Telecom segera merespon tuntutan tersebut dan menyelesaikan kewajibannya kepada para mantan karyawan. Semoga permasalahan ini dapat segera terselesaikan secara damai dan berkeadilan bagi semua pihak. Keberlangsungan hidup para mantan karyawan menjadi fokus utama dalam tuntutan ini.






