Meskipun belum ada perwakilan Indonesia yang berjalan di karpet merah Met Gala, karya desainer Indonesia telah beberapa kali muncul di acara bergengsi ini. Kehadiran desain mereka bukan sekadar insidental, melainkan bukti nyata kualitas dan daya saing di kancah internasional.
Artikel ini akan mengulas jejak karya dua desainer Indonesia yang telah sukses memikat perhatian dunia di Met Gala, menunjukkan kreativitas dan keunikan rancangan mereka yang diakui oleh para selebriti internasional.
Rinaldy Yunardi: Tiga Tahun Berturut-Turut di Met Gala
Rinaldy Yunardi, desainer aksesori kenamaan Indonesia, telah menorehkan prestasi membanggakan dengan karyanya yang tampil di Met Gala selama tiga tahun berturut-turut.
Pada Met Gala 2017, sepasang anting berlian rancangannya dikenakan oleh Cassandra Ventura (Cassie), mencuri perhatian dengan desain yang unik dan menawan.
Tahun berikutnya, di Met Gala 2018 dengan tema “Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination,” Madonna, ikon musik dunia, memilih mahkota dan perhiasan karya Rinaldy Yunardi.
Mahkota emas dan perak dengan motif salib, dipadukan dengan rosario perak, sempurna melengkapi gaun hitam Jean Paul Gaultier yang dikenakan Madonna. Penampilannya yang ikonik ini pun diabadikan Madonna dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
Met Gala 2019, dengan tema “Camp: Notes on Fashion,” juga menampilkan karya Rinaldy Yunardi. Kali ini, aktris dan pengacara Laverne Cox yang mengenakan *headpiece* rancangannya.
Laverne Cox memadukan *headpiece* tersebut dengan gaun Christian Siriano, menciptakan penampilan yang memukau dan sesuai dengan tema “Camp”. Kehadiran karya Rinaldy di tiga Met Gala berturut-turut membuktikan kualitas dan daya tarik desainnya.
Sebastian Gunawan: Pesona Gaun Kupu-Kupu di Met Gala 2019
Pada Met Gala 2019, desainer Sebastian Gunawan juga ikut berpartisipasi melalui karyanya yang dikenakan oleh Coral Chen Chung, founder dan CEO SENREVE.
Coral Chen Chung memilih gaun kupu-kupu berlapis pita ombre rancangan Sebastian Gunawan. Ia memadukannya dengan aksesori lain, seperti hiasan rambut dan sepatu hak tinggi bernuansa kupu-kupu.
Chung sendiri mengungkapkan inspirasi penampilannya yang terinspirasi dari perpaduan gaya Louis VIX dan gadis Harajuku modern. Gaun tersebut merupakan interpretasi unik dari tema “Camp: Notes on Fashion”.
Kehadiran karya Sebastian Gunawan di Met Gala 2019 menunjukkan kemampuannya menciptakan busana yang unik dan mampu bersaing di panggung internasional.
Sorotan Met Gala 2025 dan Kehadiran Desainer Indonesia
Met Gala 2025, dengan tema “Superfine: Tailoring Black Style,” menyajikan berbagai penampilan menawan dari para selebriti dunia.
Beberapa momen menarik meliputi kemunculan kembali Diana Ross setelah lama absen, serta pengumuman kehamilan Rihanna yang ketiga. Kehadiran Kamala Harris juga menjadi kejutan yang menyenangkan, meskipun ia tidak berjalan di karpet merah.
Meskipun tidak ada karya desainer Indonesia yang secara khusus disebutkan di Met Gala 2025, pencapaian Rinaldy Yunardi dan Sebastian Gunawan di tahun-tahun sebelumnya tetap menjadi bukti nyata bakat dan kreativitas desainer Indonesia di panggung dunia.
Keberhasilan kedua desainer ini memberikan inspirasi bagi desainer muda Indonesia untuk terus berkarya dan mengukir prestasi internasional. Semoga di masa mendatang, lebih banyak lagi desainer Indonesia yang dapat mempersembahkan karya mereka di ajang Met Gala.






