Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa kembali menyoroti pentingnya kesadaran berwisata di Indonesia. Menurutnya, kesadaran ini masih kurang dan perlu ditingkatkan untuk menjaga kelestarian destinasi wisata.
Kondisi Candi Borobudur yang tercemar permen karet menjadi contoh nyata kurangnya kesadaran wisata. Wamenpar menekankan pentingnya menjaga dan menghargai warisan budaya dan sejarah Indonesia.
Gerakan Wisata Bersih: Upaya Lestarikan Destinasi
Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata, telah meluncurkan Gerakan Wisata Bersih (GWB) sebagai program unggulan. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing destinasi pariwisata Indonesia dengan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.
GWB merupakan upaya untuk mengaktifkan kembali kegiatan berbasis komunitas dalam menjaga kelestarian destinasi wisata. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keindahan dan kebersihan tempat wisata.
Wamenpar mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan sadar wisata. Dengan menjaga kebersihan dan kelestarian, tempat wisata akan lebih menarik dan dapat dikunjungi wisatawan lebih banyak.
Membatasi Kunjungan ke Candi Borobudur: Langkah Pelestarian
Lebih dari tiga ribu permen karet ditemukan menempel di permukaan Candi Borobudur. Hal ini mendorong pemerintah untuk membatasi jumlah kunjungan ke dalam area candi.
Jumlah kunjungan dibatasi menjadi 1.200 per hari. Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi tekanan dan gesekan pada struktur candi, serta menjaga kelestariannya.
Candi Borobudur, yang berada di bawah pengawasan pemerintah dan UNESCO, terus mendapatkan perhatian dunia. Pengembangan kawasan sekitar candi oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) diharapkan dapat mendukung jumlah kunjungan wisatawan.
Borobudur: Menuju Pusat Ziarah Umat Buddha Sedunia
Candi Borobudur kembali menjadi pusat perayaan Waisak 2025. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan Kemenbud akan mendorong Borobudur menjadi pusat spiritualitas dan kebudayaan dunia.
Borobudur diharapkan menjadi destinasi ziarah bagi umat Buddha seluruh dunia. Hal ini memerlukan kolaborasi dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah berkomitmen untuk memajukan kebudayaan nasional dan melestarikan cagar budaya sesuai UU Pemajuan Kebudayaan no 5/2017. Upaya ini untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menteri Kebudayaan juga menekankan pentingnya memberikan pengalaman yang berkesan, khidmat, dan nyaman bagi para peziarah di Candi Borobudur. Ini penting untuk menjaga citra dan daya tarik Candi Borobudur sebagai destinasi religi.
Kesimpulannya, pelestarian Candi Borobudur dan destinasi wisata lainnya di Indonesia memerlukan kesadaran wisata yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Gerakan Wisata Bersih dan pembatasan kunjungan merupakan langkah nyata untuk menjaga kelestarian, namun partisipasi aktif masyarakat sangatlah krusial. Dengan begitu, destinasi wisata Indonesia dapat tetap terjaga keindahan dan kelestariannya untuk generasi mendatang, serta menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.






