Candi Borobudur kembali menjadi lokasi utama perayaan Waisak di Indonesia tahun 2025. Perayaan ini menjadi momen penting bagi Kementerian Kebudayaan untuk membahas upaya menjadikan Borobudur sebagai pusat spiritualitas dan kebudayaan dunia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan hal tersebut. Tujuannya adalah menjadikan Borobudur sebagai destinasi ziarah bagi umat Buddha global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Borobudur: Pusat Spiritualitas dan Ziarah Dunia
Pemerintah berkomitmen untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat spiritualitas dan destinasi ziarah bagi umat Buddha internasional. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan No. 5/2017.
Kemenbud akan berupaya memastikan pengalaman beribadah di Borobudur menjadi berkesan, khidmat, dan nyaman bagi para pengunjung. Perayaan Waisak tahun ini sendiri dilaksanakan secara hybrid, baik daring maupun luring.
Waisak 2569 BE/2025: Pengendalian Diri dan Perdamaian Dunia
Ribuan umat Buddha menghadiri detik-detik Waisak 2569 BE/2025 di Candi Borobudur. Acara ini menandai tiga momen penting dalam ajaran Buddha: kelahiran, pencapaian kebuddhaan, dan wafatnya Sang Buddha.
Tema Waisak tahun ini adalah “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia.” Tema ini dipilih karena melihat berbagai konflik yang terjadi di dunia saat ini.
Selain detik-detik Waisak, rangkaian acara juga mencakup doa bersama, pemberian air berkah, dan pradaksina di kompleks Candi Borobudur. Air berkah melambangkan kerendahan hati dan kesejukan spiritual.
Perayaan Waisak di Jakarta dan Pesan Menteri Agama
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mewakili Gubernur Pramono Anung, menghadiri perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama, Jakarta Barat.
Rano Karno menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas terselenggaranya perayaan Waisak dengan baik di Jakarta. Ia menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama.
Rano Karno berharap perayaan Waisak dapat menjadi momen refleksi untuk hidup bijaksana dan peduli sesama. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama di Jakarta.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, juga menyampaikan ucapan selamat Waisak. Ia berharap perayaan Waisak dapat menjadi inspirasi universal bagi semua umat beragama.
Menag menekankan relevansi nilai-nilai Waisak, seperti kebajikan, pengendalian diri, dan kebijaksanaan, bagi kehidupan bersama. Ia mengapresiasi berbagai kegiatan yang menyemarakkan Waisak, seperti Thudong dan bakti sosial.
Menag mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama. Tema Waisak 2025, menurutnya, adalah ajakan untuk bersatu dan menghadirkan kedamaian.
Perayaan Waisak di Candi Borobudur dan berbagai wilayah di Indonesia tahun 2025 menunjukkan komitmen bersama dalam melestarikan budaya dan memperkuat nilai-nilai persatuan dan kedamaian. Harapannya, Borobudur akan semakin dikenal dunia sebagai pusat spiritualitas dan destinasi ziarah yang bermakna bagi umat Buddha.






