Candi Borobudur, lebih dari sekadar situs wisata, kini tengah diposisikan sebagai pusat spiritualitas dan kebudayaan dunia yang inklusif. Upaya ini dipimpin oleh InJourney, perusahaan *holding* BUMN sektor aviasi dan pariwisata, melalui berbagai program dan festival yang bertujuan memperkuat citra Candi Borobudur dan membuatnya lebih ramah pengunjung. Komitmen ini selaras dengan visi pemerintah untuk memajukan budaya nasional dan melestarikan cagar budaya, sesuai UU Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017.
Ekosistem Pariwisata Inklusif di Borobudur
InJourney berkomitmen membangun ekosistem pariwisata yang inklusif di Candi Borobudur. Hal ini meliputi penataan kawasan yang lebih ramah pengunjung, dengan tetap menjaga nilai-nilai spiritual dan budaya. Sistem kuota dan jalur khusus naik stupa diterapkan untuk mengatur jumlah pengunjung.
InJourney juga aktif melibatkan masyarakat sekitar, khususnya UMKM. Dukungan diberikan agar UMKM lokal dapat berkembang dan merasakan dampak positif secara ekonomi.
Kehadiran Candi Borobudur diharapkan memberikan *multiplier effect* yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar diperkirakan meningkat lebih dari 4,7% per tahun.
Rangkaian Acara Waisak 2025 di Borobudur
Perayaan Waisak 2025 di Candi Borobudur berlangsung meriah dari 4 Mei hingga 12 Mei 2025. Puncak acara akan dimeriahkan dengan kehadiran 34 Bhikkhu Thudong dari berbagai negara yang telah melakukan perjalanan panjang.
Perjalanan Bhikkhu Thudong, dimulai sejak 6 Februari 2025 dari Thailand, mencapai puncaknya di Borobudur pada 10 Mei 2025. Total perjalanan yang mereka tempuh lebih dari 2.600 km.
Hari Tri Suci Waisak 2569 BE jatuh pada 12 Mei 2025. InJourney berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara.
- Puncak acara akan dimeriahkan dengan pelepasan 2.569 lampion sebagai simbol cahaya perdamaian.
- Berbagai kegiatan bakti sosial, seperti pengobatan gratis dan pembagian kacamata baca, juga akan diadakan.
- Penjualan tiket Festival Lampion Waisak Nasional telah dibuka sejak 4 Maret 2025. Peserta wajib mengenakan pakaian serba putih dan sopan.
Pelepasan Lampion dan Harapan Masa Depan
Pelepasan 2.569 lampion menjadi momen puncak perayaan Waisak. Acara ini menarik banyak pengunjung dan menjadi daya tarik utama.
Waisak 2025 bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Keterlibatan UMKM dan masyarakat lokal sangat diperhatikan.
Direktur InJourney Destination Management (IDM), Febrina Intan, memastikan kerjasama dengan berbagai pihak agar seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan aman. Pradaksina atau berjalan mengelilingi Candi Borobudur tiga kali akan menjadi penutup acara.
Melalui berbagai inisiatif ini, Candi Borobudur diharapkan dapat terus berkembang sebagai situs budaya dan spiritual yang inklusif, memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan memperkuat posisinya di kancah internasional. Komitmen kolaboratif antara pemerintah, InJourney, dan masyarakat sekitar menjadi kunci keberhasilan upaya ini.






