Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani, menjalani sidang pemeriksaan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR pada Rabu, 7 Mei 2025. Sidang yang dipimpin Ketua MKD DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, ini digelar secara terbuka.
Pemeriksaan tersebut berfokus pada pernyataan kontroversial dan bernada seksis yang disampaikan Ahmad Dhani dalam rapat Komisi X DPR bersama Kemenpora.
Sidang Terbuka MKD DPR Perihal Pernyataan Ahmad Dhani
Sidang MKD dihadiri oleh pimpinan dan anggota MKD lainnya, termasuk Wakil Ketua MKD Agung Widyantoro dan Imron Ami. Ahmad Dhani hadir dan mengucapkan sumpah untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.
Proses pemeriksaan dilakukan dengan memaparkan bukti-bukti berupa rekaman video.
Kontroversi Pernyataan Ahmad Dhani Mengenai Naturalisasi Pemain Sepak Bola
MKD memutar video yang menampilkan pernyataan Ahmad Dhani tentang naturalisasi pemain sepak bola berusia di atas 40 tahun atau duda yang menikahi wanita Indonesia.
Ia mengusulkan agar anak dari pernikahan tersebut dibina untuk menjadi pemain sepak bola andal. Pernyataan ini dianggap kontroversial dan menuai kritik.
Analisis Pernyataan Ahmad Dhani
Pernyataan Ahmad Dhani dinilai memicu perdebatan luas di masyarakat. Banyak pihak yang mempertanyakan relevansi dan etika dari usulan tersebut.
Aspek etika dan kesesuaian pernyataan tersebut dengan norma-norma yang berlaku menjadi fokus utama pemeriksaan MKD.
Dugaan Penghinaan Marga dan Pemeriksaan MKD
Selain pernyataan kontroversial tentang naturalisasi, sidang MKD juga membahas laporan dari Rayen Pono terkait dugaan penghinaan marga yang dilakukan Ahmad Dhani.
Video terkait laporan tersebut juga diputar dalam sidang sebagai bukti pendukung.
Ahmad Dhani terlihat menunduk ketika video-video tersebut diputar. Sidang berlangsung dengan teliti dan mengikuti tata tertib yang berlaku.
MKD akan mengevaluasi semua bukti dan kesaksian yang ada sebelum menentukan keputusan selanjutnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya bertanggung jawab atas pernyataan publik, terutama bagi pejabat publik.
Proses hukum yang transparan dan adil diharapkan dapat memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya pernyataan yang bertanggung jawab dan menghormati norma-norma kesopanan dan hukum yang berlaku.






