Kehilangan suami secara mendadak tanpa meninggalkan warisan yang melimpah bukanlah hal mudah bagi siapa pun. Namun, bagi Andi Agni Soraya, ibu lima anak dari Makassar, ini justru menjadi titik balik hidupnya. Ia membuktikan bahwa optimisme dan usaha keras mampu mengubah kesulitan menjadi peluang.
Dari seorang ibu rumah tangga yang sebelumnya mengandalkan penghasilan suami, Soraya kini menjelma menjadi pengusaha kuliner sukses berkat keuletannya dan dukungan penuh dari anak-anaknya. Kisah inspiratifnya patut menjadi contoh bagi kita semua.
Dari Bingung Memulai hingga Lahirnya Dapur Soraya Makassar
Setelah ditinggal suaminya, Soraya merasa kebingungan. Sumber pendapatan utama keluarga tiba-tiba hilang.
Pengalamannya sebagai Event Organizer (EO) bersama suami tak menjamin penghasilan tetap, persaingan di Makassar cukup ketat.
Namun, semangat anak-anaknya yang mendorongnya untuk kembali menekuni hobi lama menjadi pemantik perubahan. Soraya teringat keahlian membuat kue yang diwarisi dari ibunya.
Dengan modal seadanya dan peralatan peninggalan ibunya, Soraya memulai usaha kuliner rumahannya yang diberi nama “Dapur Soraya Makassar”.
Strategi Pemasaran dan Pertumbuhan Usaha
Anak-anak Soraya berperan aktif dalam memasarkan produk kue kering Dapur Soraya Makassar melalui media sosial, seperti Facebook dan Instagram.
Berkat promosi online, pesanan mulai berdatangan meskipun masih dalam jumlah terbatas. Anak-anaknya pun bergantian menjadi kurir untuk menekan biaya operasional.
Beragam kue kering seperti Soes Ungu Durian, Tahu Bakso Kriuk, Risol Rogut, dan banyak lagi, diperkenalkan melalui akun Instagram @dapursorayamakassar.
Keterlibatan anak-anak dalam proses produksi dan pengiriman pesanan memperkuat ikatan keluarga dan efisiensi usaha.
Kesuksesan dan Kemitraan Strategis
Berkat ketekunan dan relasi yang terjalin di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Soraya mendapatkan kesempatan besar untuk menyuplai kue ke Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.
Pesanan dalam jumlah besar ini menjadi tantangan sekaligus peluang emas bagi Dapur Soraya Makassar. Soraya dan anak-anaknya rela begadang untuk menyiapkan kue-kue segar setiap harinya.
Keberhasilan ini membuka jalan bagi kemitraan strategis dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).
Pinjaman modal sebesar Rp 100 juta pada tahun 2019 digunakan untuk memodernisasi peralatan dapur dan meningkatkan kapasitas produksi.
Kemitraan ini tidak hanya memberikan suntikan dana, tetapi juga akses pemasaran yang lebih luas.
Dapur Soraya Makassar juga aktif berpartisipasi dalam pameran, baik secara langsung maupun virtual, sehingga mampu bertahan bahkan di masa pandemi.
Soraya juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan pemasarannya. Contohnya, kerjasama dengan Wedding Organizer (WO) untuk memasok kue ke pesta pernikahan.
Kini, Dapur Soraya Makassar telah berkembang pesat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan Soraya dan keluarganya. Ia bahkan memiliki impian untuk membuka “Rumah Soes” di Makassar, sebuah toko khusus yang menjual berbagai jenis kue soes dan penganan lainnya. Kisah ini membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat, usaha keras, dan dukungan keluarga, kesuksesan dapat diraih, meski di tengah keterbatasan.






