Dua remaja di Jakarta Pusat, MI (17) dan RC (18), ditangkap polisi karena melakukan penjambretan. Korbannya, SF (24), mengalami luka-luka karena terseret sepeda motor saat mempertahankan ponselnya. Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan keberanian pelaku dan dampak serius bagi korban.
Peristiwa penjambretan terjadi pada Senin dini hari, 12 Mei 2025, pukul 00.10 WIB di kawasan Galur, Johar Baru. Korban saat itu sedang duduk di sebuah warung.
Kronologi Penjambretan dan Penangkapan Pelaku
Pelaku, yang telah mengamati situasi sebelumnya, langsung beraksi saat melihat kesempatan. MI merebut iPhone milik SF.
Ketika SF berupaya mempertahankan ponselnya, ia terseret dan terjatuh. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyebut korban hampir kehilangan nyawa akibat kejadian ini.
RC berperan sebagai pengendara sepeda motor. Setelah berhasil kabur, mereka menjual ponsel curian ke seorang penadah berinisial MA alias Alu yang masih buron.
Polisi berhasil mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti, termasuk sepeda motor dan pakaian yang mereka kenakan saat beraksi. Rekaman CCTV juga turut memperkuat bukti kejahatan.
Profil Pelaku dan Keterlibatan Kelompok AGARUS
MI diketahui sebagai anggota kelompok remaja AGARUS yang kerap terlibat tawuran di Tanah Tinggi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan keterlibatan kelompok tersebut dalam kejahatan jalanan lainnya.
Hasil tes urine menunjukkan kedua pelaku negatif narkoba. Meskipun demikian, mereka tetap dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang ancaman hukumannya hingga sembilan tahun penjara.
Langkah Selanjutnya dan Pengembangan Kasus
Polisi kini memburu penadah, MA alias Alu. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap keterkaitan kelompok AGARUS dengan kejahatan serupa di wilayah Jakarta Pusat.
Kapolsek Johar Baru, Kompol Saiful Anwar, menyatakan bahwa penyelidikan masih terus dikembangkan. Kemungkinan adanya keterkaitan dengan kasus serupa di wilayah lain juga sedang ditelusuri.
Polisi berkomitmen untuk mengungkap seluruh jaringan pelaku dan memastikan keadilan bagi korban. Kasus ini menjadi peringatan akan pentingnya keamanan dan kewaspadaan di lingkungan sekitar. Pencegahan kejahatan jalanan membutuhkan kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat.
Penegakan hukum yang tegas dan komprehensif sangat penting untuk memberikan efek jera dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua warga. Semoga kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.






