Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang jatuh pada 7 Februari 2023 menjadi momen bersejarah bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Puncak perayaan diselenggarakan di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, dengan rangkaian acara selama 24 jam non-stop yang spektakuler. Ribuan nahdliyin dan tokoh penting dari berbagai penjuru dunia hadir menyaksikan perhelatan akbar ini. Berikut rangkuman lengkap acara resepsi Satu Abad NU, yang disusun berdasarkan siaran pers PBNU, untuk memberikan gambaran detail bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang perayaan tersebut.
Rangkaian acara Satu Abad NU di GOR Delta Sidoarjo terbagi dalam beberapa sesi utama, dimulai dari dini hari hingga siang hari. Acara ini dirancang untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan menampilkan berbagai tradisi keagamaan NU.
Lailatul Qiro’ah dan Ibadah Subuh
Dimulai pukul 00.00 WIB, rangkaian acara Satu Abad NU dibuka dengan Lailatul Qiro’ah yang dipimpin oleh KH Mutawakkil Alallah dan Prof Dr KH Said Agil Husein Al Munawar. Acara ini dilanjutkan dengan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani pukul 01.00 WIB oleh Mualana Syeikh As-Syarif Prof Dr Muhammad Fadhil Al-Jailani.
Selanjutnya, pukul 02.00 WIB, jamaah akan melaksanakan Qiyamul Lail yang dipimpin oleh KHR Ahmad Azaim Ibrahimy dan Al-Habib Lutfi bin Ahmad Al-Atlas. Rangkaian ibadah dini hari diakhiri dengan Ijazah Qubro pukul 03.00 WIB oleh Al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, kemudian dilanjutkan salat subuh berjamaah yang dipimpin oleh Al-Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf.
Shalawatan yang dipimpin oleh Al Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf akan meramaikan panggung outdoor mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Sementara itu, di dalam GOR Delta Sidoarjo, persiapan acara berlangsung dengan briefing, pembagian konsumsi VIP dan VVIP, dan verifikasi gelang akses masuk.
Puncak Peringatan Satu Abad NU
Gladi bersih konfigurasi gerakan membentuk formasi “1 ABAD NU & NU DIGDAYA” oleh peserta di tribun akan dilakukan pukul 06.00 WIB. Proses persiapan lainnya seperti live streaming dan registrasi peserta juga berlangsung pada waktu ini.
Puncak acara dimulai pukul 07.20 WIB dengan Istighosah Kubro, pembacaan puisi, dan live streaming. Kedatangan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana akan disambut oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU, Menteri BUMN Erick Thohir.
Pukul 08.00 WIB, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon, dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran dan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia. Sambutan dari Gubernur Jawa Timur, Iftitah Rais Aam KH Miftachul Akhyar, tayangan video perjalanan Satu Abad NU, dan sambutan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf akan memeriahkan sesi berikutnya.
Amanat Presiden Jokowi disampaikan pukul 09.10 WIB setelah penampilan marching band. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan rekomendasi Muktamar Fiqih Peradaban oleh Ketua Umum PBNU. Penghargaan akan diberikan kepada Grand Sheikh Al-Azhar dan Sayyid Ahmad bin Muhammad Al Maliki.
Puncak acara adalah peluncuran Abad Kedua NU yang ditandai dengan pemukulan bedug digital oleh Presiden Jokowi, Rais Aam, dan Ketua Umum PBNU.
Hiburan dan Penutupan
Hiburan berupa pertunjukan Tarian Peraga Banser, paduan suara Mars Satu Abad NU, lagu “Kebyar-kebyar”, Sholawat Asyghil, dan lagu “Berkibarlah Benderaku” akan menghibur hadirin pukul 09.50 WIB. Acara ditutup dengan pembacaan doa pukul 10.15 WIB, menandai berakhirnya upacara utama Satu Abad NU.
Setelah acara utama, NU Festival akan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 18.00 WIB. Karnaval Nusantara juga akan memeriahkan perayaan Satu Abad NU di sepanjang Jalan Cokronegoro, Jalan Sultan Agung, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Pahlawan.
Perayaan Satu Abad NU di Sidoarjo bukan sekadar perayaan biasa, melainkan momentum refleksi perjalanan panjang NU dalam memperjuangkan kemerdekaan, keadilan, dan persatuan bangsa. Acara ini juga menjadi bukti komitmen NU dalam menjaga nilai-nilai Islam yang ramah dan inklusif. Semoga perayaan ini menginspirasi generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pendiri NU dalam membangun Indonesia yang lebih baik.






