Pernikahan adat Jawa selalu kaya akan tradisi dan simbolisme yang sarat makna. Salah satu momen penting yang kerap menjadi sorotan adalah prosesi atur pasrah penganten kakung, atau penyerahan pengantin pria kepada pihak perempuan. Prosesi ini menandai dimulainya babak baru kehidupan bersama bagi kedua mempelai.
Mempelajari teks atur pasrah dalam bahasa Jawa sangat penting, terutama bagi keluarga yang hendak menyelenggarakan pernikahan adat Jawa. Pemahaman yang baik akan menghindari kesalahan dan memastikan kelancaran upacara.
Mengenal Atur Pasrah Penganten Kakung
Atur pasrah penganten kakung merupakan pidato formal yang disampaikan perwakilan keluarga pengantin pria kepada keluarga pengantin wanita. Pidato ini mengandung makna simbolis penyerahan tanggung jawab dan kepercayaan.
Pidato ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan ungkapan rasa hormat dan penghargaan keluarga pengantin pria kepada keluarga pengantin wanita. Ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antar kedua keluarga.
Contoh Teks Atur Pasrah Penganten Kakung dalam Bahasa Jawa
Berikut ini adalah contoh teks atur pasrah penganten kakung dalam Bahasa Jawa Krama Inggil, yang dikutip dan disesuaikan dari sumber resmi Desa Jatimulyo Kebumen:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kawula nuwun, Bapak/Ibu/Saudara (nama penerima) ingkang kaluhuraning budi, minangka wakil saking Bapak (nama orang tua pengantin pria) saha Ibu, ingkang satuhu bagya mulya.
Kula sowan wonten ngarsa panjenengan minangka utusan Bapak (nama orang tua pengantin pria) ingkang dumunung wonten ing (alamat orang tua pengantin pria).
Langkung rumiyin, kawula ngaturaken puji syukur dhumateng Gusti Ingkang Maha Agung, awit berkah saha rahmat-ipun, kula tansah pinaringan kawilujengan saengga titi wanci punika sageda rawuh kanthi wilujeng.
Minangka pambuka, kula aturaken salam taklim saking Bapak (nama orang tua pengantin pria) saha Ibu, mugi-mugi katur dhumateng Bapak (nama orang tua pengantin wanita) saha Ibu, saha sedaya keluarga.
Ing kesempatan punika, kula ngaturaken putran kula, inggih punika Mas (nama pengantin pria), putra saking Bapak (nama orang tua pengantin pria), kangge dados garwa putran panjenengan.
Kula ugi ngaturaken sesaji minangka wujud rasa hormat saha pangajab, mugi-mugi panjenengan kersa nampi kanthi sih rahayu.
Kula saha keluarga besar panjenenganipun panganten kakung tansah ndonga mugi-mugi Gusti Allah paring berkah saha restu dumateng pasangan punika. Amin.
Kirang langkungipun kula nyuwun pangapunten, bilih wonten kalepatan saha kekirangan atur kula. Wabillaahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tips Menyampaikan Atur Pasrah dengan Baik
Agar penyampaian atur pasrah berjalan lancar dan khidmat, perhatikan beberapa hal berikut.
- Hafalkan teks atau pahami inti pesan. Penggunaan Bahasa Jawa Krama Inggil menunjukkan rasa hormat yang tinggi.
- Berlatih penyampaian agar terdengar jelas dan lugas. Ekspresi wajah dan intonasi suara juga perlu diperhatikan.
- Berpakaian sopan dan rapi. Penampilan yang baik mencerminkan kesungguhan dan rasa hormat.
- Jaga sikap tenang dan percaya diri. Suasana yang nyaman akan membantu kelancaran prosesi.
Pahami konteks dan sesuaikan teks dengan situasi. Jika perlu, konsultasikan dengan sesepuh keluarga untuk memastikan kesesuaian dan keakuratan.
Semoga contoh teks atur pasrah penganten kakung di atas dapat membantu dalam mempersiapkan acara pernikahan adat Jawa. Ingatlah bahwa inti dari upacara ini adalah ungkapan rasa hormat, penghargaan, dan doa restu untuk kehidupan baru pasangan mempelai.
Proses penyerahan pengantin pria ini bukan sekadar ritual, melainkan perwujudan ikatan keluarga yang kuat dan harmonis. Semoga pernikahan yang dilangsungkan diberkahi kebahagiaan abadi.






