Artis Jonathan Frizzy atau Ijonk terseret kasus vape obat keras yang mengandung etomidate. Polisi telah menetapkan empat tersangka, salah satunya asisten Ijonk sendiri.
Kasus ini bermula dari penangkapan seorang pria berinisial BTR pada Maret 2025 oleh Bea Cukai Soekarno-Hatta terkait temuan 100 vape berisi etomidate. Penyelidikan kemudian mengungkap keterlibatan Ijonk dan beberapa pihak lainnya.
Asisten Ijonk Jadi Tersangka
Asisten Ijonk, seorang wanita berinisial ER, menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini. Ia ditugaskan Ijonk untuk mengambil vape berisi obat keras tersebut di bandara.
Namun, ER malah meminta bantuan saudara laki-lakinya, BTR, untuk mengambilnya. BTR, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, kerap kali diperintah Ijonk untuk berbagai keperluan.
Selain ER dan BTR, terdapat dua tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini, EDS dan Ijonk sendiri. Keempat tersangka kini tengah menjalani proses hukum.
Hasil Tes Urine Ijonk Negatif
Polisi telah melakukan tes urine terhadap Ijonk. Hasilnya menunjukkan Ijonk negatif mengonsumsi narkoba.
Meski berstatus tersangka, Ijonk tidak ditahan polisi. Ia hanya dikenakan wajib lapor dan diberikan kesempatan untuk pemulihan pascaoperasi.
Keputusan untuk tidak menahan Ijonk didasari pertimbangan kesehatan dan sikap kooperatifnya selama proses pemeriksaan. Ijonk menjalani pemeriksaan dari siang hingga pukul 20.00 WIB.
Ijonk Terancam 12 Tahun Penjara
Ijonk dijerat dengan Pasal 435 subsider pasal 436 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 55 KUHPidana.
Ancaman hukuman yang dihadapi Ijonk cukup berat, yakni maksimal 12 tahun penjara. Proses hukum terhadap Ijonk dan tersangka lainnya masih terus berlanjut.
Kasus ini menyoroti bahaya peredaran obat-obatan terlarang yang dikemas dalam berbagai bentuk, termasuk vape. Kewaspadaan dan penegakan hukum yang tegas sangat diperlukan untuk mencegah kasus serupa terulang.
Penyelidikan kasus ini masih berlanjut, dengan polisi terus menelusuri jaringan peredaran vape obat keras tersebut. Publik menantikan perkembangan selanjutnya dan berharap kasus ini dapat segera terselesaikan dengan adil dan transparan.
Peran artis dan figur publik dalam menjaga citra positif sangat penting. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap individu bertanggung jawab atas tindakannya, terlepas dari popularitas dan status sosialnya.






