Pulau Alcatraz, di lepas pantai San Francisco, lebih dari sekadar lokasi wisata populer. Sejarahnya yang kaya, dipadukan dengan reputasinya sebagai penjara federal dengan keamanan super ketat, membuatnya menjadi objek fascinasi global. Dari mercusuar pertamanya di Pantai Barat AS hingga menjadi tempat penahanan para gangster paling terkenal, Alcatraz menyimpan banyak kisah menarik yang belum banyak diketahui.
Meskipun Presiden Donald Trump pernah berencana membuka kembali penjara ini, Alcatraz tetap menjadi monumen sejarah yang memikat, menawarkan sekilas gambaran masa lalu yang penuh intrik dan misteri.
Penjara Percontohan dengan Sistem Pengawasan Ketat
Awalnya dibangun sekitar tahun 1850 sebagai benteng pertahanan dan penjara militer, Alcatraz kemudian dibangun kembali pada tahun 1912 menjadi bangunan beton bertulang terbesar di dunia. Lokasinya yang terisolasi di tengah Samudra Pasifik dianggap mampu mencegah pelarian.
Pada 1933, Alcatraz resmi menjadi penjara federal dengan keamanan super ketat. Sistem pengawasan 1×3—satu penjaga untuk tiga narapidana—diujicobakan di sini sebelum diterapkan di penjara federal lainnya.
Kepala sipir pertama, James Johnston, menerapkan disiplin ekstrem. Setiap narapidana ditempatkan di sel individu untuk mencegah persekongkolan. Keheningan yang hampir mutlak diberlakukan, dengan hukuman “the hole” (ruang bawah tanah gelap) bagi yang melanggar aturan.
Narapidana Terkenal yang Pernah Menghuni “The Rock”
Meskipun jumlah narapidana Alcatraz selalu dijaga di bawah kapasitas maksimum (sekitar 260-275 orang), nama-nama besar dari dunia kejahatan terorganisir pernah menghuni penjara ini.
Alphonse “Al” Capone, gangster terkenal dari Chicago, adalah salah satu yang paling terkenal. Ia dipindahkan ke Alcatraz karena tetap mengendalikan aktivitas kriminalnya meski sudah dipenjara di Atlanta.
Robert Stroud, “pengamat burung Alcatraz,” terkenal karena kecintaannya pada burung, meski hewan peliharaan dilarang di Alcatraz. Alvin Karpis, “musuh publik nomor 1” FBI pada 1930-an, menghabiskan lebih dari 25 tahun di “The Rock”.
Nama-nama lain seperti George “Machine Gun” Kelly dan Rafael Cancel Miranda, anggota Partai Nasionalis Puerto Rico, juga pernah mendekam di Alcatraz.
Upaya Pelarian yang Berakhir Gagal dan Misterius
Alcatraz dirancang sebagai penjara yang tak dapat ditembus, dengan lapisan keamanan yang ketat, namun puluhan narapidana tetap mencoba melarikan diri.
Sebanyak 14 upaya pelarian melibatkan 36 orang. 23 ditangkap kembali, enam ditembak mati, dan dua tenggelam. Lima orang dinyatakan hilang dan sampai saat ini belum ditemukan.
Upaya pelarian paling terkenal terjadi pada 1962, melibatkan Frank Morris dan bersaudara Anglin. Meskipun barang-barang mereka ditemukan di Pulau Angel terdekat, keberhasilan pelarian mereka hingga kini masih menjadi misteri.
Peristiwa “Pertempuran Alcatraz” pada 1946, di mana enam narapidana bersenjata melukai banyak penjaga, juga menorehkan sejarah kelam penjara ini.
Alcatraz dalam Populer Budaya dan Penutupan yang Tak Terhindarkan
Alcatraz telah menjadi inspirasi berbagai film Hollywood, seperti Escape from Alcatraz (1979) yang dibintangi Clint Eastwood, dan Birdman of Alcatraz (1962) dengan Burt Lancaster. Namun, film-film ini seringkali melebih-lebihkan atau memanipulasi fakta.
Tingginya biaya operasional (sekitar US$10 per hari per narapidana dan US$5 juta untuk perbaikan akibat korosi), akhirnya memaksa penutupan Alcatraz pada tahun 1963.
Setelah penutupan, sekelompok aktivis pribumi sempat menduduki pulau ini untuk mendirikan pusat budaya, namun upaya ini terhenti karena masalah keuangan dan internal, berujung pada evakuasi pada 1971.
Kini, Alcatraz menjadi destinasi wisata populer, menarik 1,3 juta pengunjung setiap tahunnya. Bahkan, triathlon tahunan “Escape from Alcatraz” menjadi bukti bahwa, dengan persiapan yang tepat, melarikan diri dari pulau legendaris ini bukanlah hal yang mustahil.
Kisah Alcatraz, dari penjara yang hampir tak terkalahkan hingga destinasi wisata terkenal, menunjukkan betapa kompleksnya sejarah sebuah tempat, dan bagaimana persepsi publik dapat berubah seiring waktu.






