Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Whisnu Hermawan Februanto, menonaktifkan sementara Kapolres Belawan, AKBP Oloan Siahaan, setelah terjadi polemik penembakan terhadap sekelompok pemuda yang sedang tawuran. Langkah ini mendapat dukungan dari pengamat kepolisian, Poengky Indarti.
Poengky menilai penonaktifan sementara AKBP Oloan merupakan langkah tepat untuk mempermudah proses penyelidikan yang transparan dan objektif. Ia juga memuji pembentukan tim gabungan investigasi yang melibatkan Irwasda, Kabid Propam, Ditreskrimum, dan Laboratorium Forensik.
Dukungan Terhadap Penonaktifan Kapolres Belawan
Poengky Indarti, pengamat kepolisian, menyatakan dukungannya terhadap langkah Kapolda Sumut. Ia menekankan pentingnya investigasi yang transparan dan menggunakan metode scientific crime investigation (SCI).
Proses investigasi yang adil dan akuntabel akan menghasilkan kesimpulan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegak hukum.
Penggunaan Senjata Api dan Prosedur Operasional Standar (SOP)
Poengky menyoroti perlunya penelaahan terhadap penggunaan senjata api oleh AKBP Oloan. Ia mempertanyakan apakah penggunaan senjata api di malam hari, di tengah kerumunan orang, sesuai dengan SOP.
Situasi di TKP yang kurang pencahayaan dan melibatkan banyak orang meningkatkan risiko penggunaan senjata api. Investigasi harus memastikan kepatuhan terhadap SOP dalam penggunaan senjata api.
Selain itu, perlu dipastikan apakah penyerangan terhadap mobil Kapolres dengan senjata tajam sudah cukup memenuhi syarat untuk menembak, di luar tembakan peringatan.
Maraknya Kejahatan Jalanan dan Tawuran
Poengky mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya kejahatan jalanan, termasuk tawuran antar kelompok. Ia juga menyesalkan adanya tindakan pelemparan benda ke jalan tol yang membahayakan pengguna jalan.
Tawuran yang terjadi hingga malam hari di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan Medan, serta aksi pelemparan ke jalan tol, menunjukkan perlunya langkah preventif yang lebih efektif.
Poengky menyesalkan jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut, meskipun ada keterangan bahwa kelompok tawuran menyerang mobil Kapolres. Ia menekankan pentingnya pencegahan dan penegakan hukum yang tegas.
Pentingnya Peran Serta Semua Pihak
Poengky mendorong pelaku tawuran yang terlibat pengeroyokan dan terbukti mengonsumsi narkoba untuk diproses secara pidana. Hal ini penting untuk memberikan efek jera.
Pencegahan kenakalan remaja yang berujung pada tindak pidana seperti tawuran menjadi tanggung jawab bersama. Peran orang tua, lingkungan, dan masyarakat sangat penting.
Poengky juga menekankan peran pemerintah daerah dalam memasang CCTV dan lampu jalan untuk mencegah kejahatan. Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas.
Kehadiran pengawas eksternal seperti Kompolnas diharapkan dapat memastikan transparansi penyelidikan. Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Kesimpulannya, kasus penembakan di Belawan ini menyoroti kompleksitas masalah keamanan, mulai dari penegakan hukum yang tegas hingga peran penting masyarakat dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Investigasi yang transparan dan penggunaan metode SCI diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta dan memberikan keadilan bagi semua pihak. Pencegahan kejahatan jalanan memerlukan pendekatan multi-pihak yang komprehensif.






