Seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Kota Dumai, Riau, menjadi korban kekejaman ayah kandung dan ibu tirinya. Ayahnya memperkosanya berulang kali, sementara ibu tirinya melakukan kekerasan fisik karena rasa cemburu.
Kasus ini terungkap setelah laporan dari ibu kandung korban yang menerima pengakuan anaknya. Polisi langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap kedua pelaku.
Ayah Kandung Perkosa Anak Selama Bertahun-tahun
Ayah kandung korban, yang identitasnya dirahasiakan, telah memperkosa anaknya sejak tahun 2022. Pencabulan ini terjadi berulang kali sejak korban berusia 8 tahun dan masih duduk di kelas 2 SD.
Perbuatan keji ini dilakukan setelah ayah dan ibu kandung korban bercerai. Penyidik mengungkapkan kecanduan tersangka pada film porno sebagai pemicu tindakannya.
Tersangka kerap menunjukkan video porno kepada korban sebelum melakukan pelecehan. Korban juga diancam jika menolak keinginan tersangka.
Ibu Tiri Lakukan Kekerasan Fisik karena Cemburu
Ibu tiri korban, berinisial N, juga ditetapkan sebagai tersangka. Ia melakukan kekerasan fisik terhadap korban karena rasa cemburu.
Kapolres Dumai, AKBP Hardi Dinata, menjelaskan motif ibu tiri melakukan kekerasan. Penyidik telah melimpahkan kasus ibu tiri ke Kejaksaan.
Ibu tiri telah ditahan dan dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Proses Hukum dan Perlindungan Korban
Kasus ayah kandung yang memperkosa anaknya kini telah dilimpahkan ke kejaksaan. Polisi berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.
Kasat Reskrim Polres Dumai, AKP Kristofel, menyatakan kasus ibu tiri juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Dumai. Proses hukum terhadap keduanya terus berjalan.
Selain proses hukum, penting untuk memastikan perlindungan dan pemulihan psikis korban. Lembaga perlindungan anak diharapkan dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan korban.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak dari kekerasan seksual dan pentingnya peran orang tua dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan anak.
Pentingnya pengawasan orangtua terhadap anak dan akses anak terhadap konten yang tidak pantas juga perlu diperhatikan. Kesadaran bersama untuk mencegah kasus serupa terulang kembali sangat diperlukan.
Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap perlindungan anak dan memberikan dukungan bagi korban kekerasan. Pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan kasus serupa juga tak kalah penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi anak-anak dari kejahatan seksual.






