Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade (Gerindra), menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan kembali Pasar Bawah Bukittinggi. Ia berharap pasar yang baru akan meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari.
Komitmen ini disampaikan Andre saat kunjungan kerja bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke Bukittinggi, Sabtu (3/5/2025). Turut hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, pejabat Kementerian PU, dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.
Janji Pembangunan Pasar Bawah dan Air Bersih Bukittinggi
Andre Rosiade menekankan komitmen pembangunan Pasar Bawah meskipun Prabowo Subianto kalah di Bukittinggi pada Pilpres lalu. Pembangunan ini, menurutnya, merupakan bukti komitmen nyata pembangunan di Bukittinggi, terlepas dari hasil politik.
Selain pembangunan pasar, Andre juga berjanji akan mengatasi masalah air bersih di Bukittinggi yang selama ini belum merata. Ini merupakan respons terhadap keluhan yang disampaikan Wali Kota Bukittinggi kepada Prabowo sebelumnya.
Sejarah dan Perencanaan Pembangunan Pasar Bawah
Rencana pembangunan Pasar Bawah Bukittinggi sebenarnya telah direkomendasikan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada era pemerintahan Jokowi. Namun, Presiden Jokowi saat itu hanya menyetujui pembangunan satu pasar saja, yaitu Fase VII Pasar Raya Padang yang rusak sejak gempa 2009.
Andre Rosiade menjelaskan bahwa pilihan jatuh pada Pasar Raya Padang karena belum diperbaiki sejak 2009, sementara Bukittinggi telah mendapatkan pembangunan Pasar Atas pada tahun 2017.
Wali Kota Ramlan Nurmatias menjelaskan Pasar Bawah akan dibangun di lahan seluas 1,5 hektare. Bangunan lama yang bergaya kolonial Belanda akan digantikan dengan bangunan modern empat lantai, termasuk basement.
Desain dan Detail Engineering Design (DED) telah disiapkan, dan sertifikat tanah juga sudah tersedia. Pembangunan ini sangat penting untuk menunjang sektor pariwisata Bukittinggi.
Kendala Air Bersih dan Dampaknya terhadap Pariwisata
Selain pembangunan pasar, masalah air bersih di Bukittinggi juga menjadi fokus perhatian. Wali Kota Ramlan Nurmatias menjelaskan bahwa kebutuhan air mencapai 400 liter per detik, namun ketersediaan masih jauh dari cukup.
Kekurangan air ini berdampak signifikan, terutama pada sektor pariwisata. Hotel, masjid, dan kebutuhan masyarakat lainnya turut terdampak kekurangan air bersih yang kronis.
DED dan pembebasan lahan untuk proyek penyediaan air bersih telah dilakukan. Pembangunan hanya menunggu ketersediaan anggaran. Wali Kota berharap Kementerian PU dapat membantu.
Baik Wali Kota maupun Andre Rosiade sepakat bahwa ketersediaan air bersih dan Pasar Bawah yang memadai akan sangat berpengaruh pada perkembangan pariwisata Bukittinggi. Bukittinggi sebagai kota wisata yang terawat baik akan memberikan kontribusi positif pada Sumatera Barat secara keseluruhan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan akan menindaklanjuti proposal pembangunan Pasar Bawah dan penyediaan air bersih di Bukittinggi. Ia meminta agar proposal tersebut diserahkan kembali ke Kementerian PU untuk diproses lebih lanjut.
Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bukittinggi dan meningkatkan perekonomian daerah.
Dengan terselesaikannya pembangunan Pasar Bawah dan penyediaan air bersih, diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya tarik wisata Bukittinggi. Ini merupakan langkah konkret dalam membangun Sumatera Barat secara bersama-sama.






