Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya komitmen konsisten dalam mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas, merata, dan relevan. Hal ini krusial untuk membangun bangsa yang lebih baik dan mencetak generasi penerus yang berdaya saing tinggi. Pendidikan berkualitas menjadi kunci utama kemajuan suatu negara.
Peningkatan kualitas pendidikan menjadi fokus utama pembangunan nasional. Investasi di sektor pendidikan berdampak signifikan terhadap kemajuan ekonomi dan sosial.
Tantangan Mewujudkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pada Minggu (4/5/2025), mengungkapkan tiga pilar penting dalam sistem pendidikan nasional: peningkatan kualitas, perluasan akses, dan relevansi dengan kebutuhan pembangunan. Ketiga pilar ini saling berkaitan dan harus diimplementasikan secara terintegrasi.
Namun, data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS menunjukkan masih ada 4,2 juta anak usia 6-18 tahun yang tidak bersekolah. Angka ini menunjukkan tantangan besar yang masih harus diatasi.
Kerja Sama Multisektoral untuk Pendidikan yang Lebih Baik
Lestari Moerdijat, atau yang akrab disapa Rerie, menyatakan bahwa pencapaian target pendidikan nasional membutuhkan langkah konkret dan kerja sama dari berbagai pihak. Tantangannya kompleks dan membutuhkan komitmen serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Peningkatan mutu dan akses pendidikan tidak cukup hanya dibebankan kepada pemerintah atau lembaga pendidikan. Peran aktif masyarakat dan sektor swasta sangat dibutuhkan.
Peran Aktif Seluruh Pemangku Kepentingan
Kolaborasi antarpemerintah pusat dan daerah sangat penting. Sinkronisasi kebijakan dan program pendidikan di berbagai level pemerintahan akan mempercepat pencapaian target.
Partisipasi aktif masyarakat, termasuk orang tua dan komunitas, sangat krusial dalam mendorong anak-anak untuk tetap bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak. Dukungan dan pengawasan dari masyarakat akan meningkatkan efektivitas program pendidikan.
Reformasi Pendidikan yang Menyeluruh dan Berbasis Kebutuhan Riil
Rerie, anggota Komisi X DPR RI Dapil II Jawa Tengah dan Majelis Tinggi Fraksi Partai NasDem, mengharapkan reformasi pendidikan dilakukan secara menyeluruh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Reformasi harus berorientasi pada output dan outcome yang nyata.
Tujuannya adalah melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul dan kompetitif di kancah global. Pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman akan menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Pendidikan yang berkualitas, merata, dan relevan merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa Indonesia. Komitmen dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Keberhasilan ini akan berdampak positif bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.






