Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Minggu, 5 Mei 2024, mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif 100% pada film-film yang diproduksi di luar Amerika Serikat. Ia beralasan bahwa industri film Amerika sedang mengalami kemerosotan yang signifikan. Trump menyalahkan negara-negara lain yang menawarkan insentif dan kemudahan bagi para pembuat film, sehingga menarik produksi film dari Amerika.
Keputusan ini diumumkan melalui Truth Social, platform media sosial milik Trump. Ia menganggap tindakan negara-negara lain tersebut sebagai upaya terkoordinasi dan ancaman terhadap keamanan nasional.
Tarif 100% untuk Film Asing: Strategi Proteksionis Trump
Trump menginstruksikan lembaga-lembaga pemerintahan terkait, termasuk Departemen Perdagangan AS, untuk segera menerapkan tarif tersebut. Pernyataan tegasnya di Truth Social menekankan keinginan agar produksi film kembali ke Amerika.
Sekretaris Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengungkapkan melalui X (sebelumnya Twitter) bahwa mereka sedang menangani masalah ini. Pengumuman ini terjadi setelah Cina mengumumkan pengurangan jumlah film AS yang diimpor bulan lalu. Langkah Trump ini dianggap sebagai bentuk proteksionisme untuk melindungi industri film dalam negeri.
Perombakan Tim Keamanan Nasional Trump
Selain isu tarif film, Trump juga mengumumkan perombakan dalam tim keamanan nasionalnya. Ia menunjuk Stephen Miller, Wakil Kepala Stafnya, sebagai kandidat utama untuk posisi Penasihat Keamanan Nasional.
Posisi tersebut sebelumnya dipegang oleh Mike Waltz, yang kini diusulkan Trump sebagai Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, ditunjuk sebagai pengganti sementara. Penunjukan Miller didasari apresiasi Trump terhadap keahlian dan kontribusinya selama ini. Waltz menghadapi tekanan publik terkait skandal “Signalgate”.
Skandal “Signalgate” dan Implikasinya
Skandal “Signalgate” melibatkan kebocoran informasi rahasia melalui grup pesan. Waltz mengaku bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Insiden ini melibatkan pembahasan rencana serangan militer di Yaman yang tersebar kepada seorang jurnalis. Peristiwa ini diduga menjadi faktor yang mempengaruhi keputusan Trump.
Trump mengindikasikan bahwa pengangkatan Miller akan dilakukan dalam waktu sekitar enam bulan. Ia menilai Miller sudah berperan layaknya Penasihat Keamanan Nasional.
Rencana Pembukaan Kembali Penjara Alcatraz
Dalam perkembangan lain, Trump juga memerintahkan Biro Penjara Federal AS untuk membangun kembali dan membuka kembali Penjara Alcatraz. Tujuannya adalah untuk menampung para penjahat paling kejam dan brutal di Amerika Serikat.
Penjara Alcatraz, yang terletak di pulau dekat San Francisco, pernah menjadi penjara federal dengan keamanan maksimum dan terkenal karena pernah menahan para kriminal terkenal seperti Al Capone. Penjara ini ditutup pada tahun 1963 karena biaya operasional yang tinggi dan kini menjadi objek wisata populer. Keputusan Trump ini menuai kontroversi dan menimbulkan pertanyaan mengenai aspek keamanan, biaya, dan kelayakannya.
Langkah-langkah kontroversial yang diumumkan Trump menunjukkan pendekatan yang tegas dan proteksionis dalam kebijakan domestik dan luar negerinya. Pengumuman ini menimbulkan beragam reaksi dan spekulasi mengenai dampaknya terhadap industri film, keamanan nasional, dan sistem peradilan di Amerika Serikat. Perkembangan selanjutnya akan menentukan bagaimana rencana-rencana kontroversial ini akan dijalankan dan diterima oleh publik.






