Sebuah keluarga dari Depok, Jawa Barat, mengalami kejadian kurang menyenangkan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka terlantar selama berjam-jam karena salah informasi mengenai jadwal keberangkatan kapal.
Ani dan enam anggota keluarganya, yang meliputi seorang lansia, ibu muda, remaja, anak kecil, dan bayi, terpaksa menghabiskan waktu dari pagi hingga malam hari di area pelabuhan tanpa persiapan yang memadai.
Kesalahan Informasi Jadwal Kapal Menuju Batam
Kejadian bermula ketika Ani dan keluarganya pergi ke Pelabuhan Tanjung Priok dengan harapan dapat menaiki KM Kelud menuju Batam.
Mereka tidak membeli tiket terlebih dahulu dan ternyata dijanjikan oleh pihak lain untuk dibiayai perjalanannya ke Batam melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
Namun, mereka baru mengetahui bahwa kapal yang akan mereka tumpangi baru akan bersandar pada Jumat, 2 Mei 2025.
Kondisi Keluarga yang Telantar di Pelabuhan
Keluarga tersebut terdampar di Dermaga Terminal Nusantara II sejak Minggu pagi, 27 April 2025.
Mereka duduk di area teras terminal tanpa alas yang memadai, bahkan kedua bayi hanya beralaskan kain gendongan.
Ketiadaan persiapan yang memadai dan keterbatasan dana membuat kondisi mereka semakin memprihatinkan.
Perbekalan mereka menipis karena uang yang mereka bawa sangat terbatas.
Bantuan dari Kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Priok
Beruntung, anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok menemukan keluarga tersebut saat melakukan patroli Operasi Cipta Kondisi sekitar pukul 21.00 WIB.
Melihat kondisi keluarga yang memprihatinkan, khususnya dengan adanya anak-anak dan bayi, polisi langsung memberikan bantuan.
Polisi kemudian mengantar keluarga tersebut pulang ke Depok menggunakan transportasi daring. Seluruh biaya perjalanan ditanggung oleh personel polisi.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Martuasah H. Tobing, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan.
Pihak kepolisian berharap bantuan kecil tersebut dapat meringankan beban keluarga yang mengalami kejadian tak terduga ini.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya untuk selalu memastikan informasi jadwal keberangkatan dan membeli tiket terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan, terutama jika melibatkan anak kecil dan bayi. Semoga peristiwa ini juga dapat menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak yang memberikan janji perjalanan tanpa memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.






