Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menanggapi pengumuman gencatan senjata tiga hari oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Zelensky menyebutnya sebagai upaya manipulasi dan taktik propaganda. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran internasional mengenai masa depan konflik di Ukraina.
Presiden Zelensky, dalam pidato hariannya, menyatakan keraguannya terhadap niat baik Rusia. Ia mempertanyakan alasan di balik penentuan waktu gencatan senjata yang bertepatan dengan peringatan Perang Dunia II di Moskow. Pernyataan ini disampaikan melalui kantor kepresidenan Ukraina dan dilansir oleh berbagai media internasional, termasuk AFP.
Tuduhan Manipulasi dan Permintaan Gencatan Senjata yang Lebih Panjang
Zelensky secara tegas menyatakan bahwa gencatan senjata yang diumumkan Putin merupakan upaya manipulasi. Ia menekankan bahwa Rusia harus segera menghentikan serangan, bukan menunggu hingga tanggal 8 Mei. Pernyataan ini menunjukkan kurangnya kepercayaan Ukraina terhadap komitmen Rusia untuk perdamaian.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menggemakan sentimen Zelensky melalui cuitannya di platform X (sebelumnya Twitter). Ia menegaskan bahwa jika Rusia sungguh-sungguh menginginkan perdamaian, maka penghentian tembakan harus dilakukan segera, bukan menunggu hingga 8 Mei. Permintaan gencatan senjata selama 30 hari pun diajukan oleh Ukraina.
Gencatan Senjata Tiga Hari Putin: Strategi atau Kesempatan?
Putin mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari, dari tanggal 8 hingga 10 Mei, bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan atas Nazi Jerman di Rusia. Keputusan ini telah memicu beragam reaksi internasional, dengan banyak pihak yang melihatnya sebagai manuver politik daripada upaya perdamaian yang tulus.
Gencatan senjata ini diumumkan secara sepihak oleh Rusia tanpa kesepakatan sebelumnya dengan Ukraina. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan bahwa gencatan senjata tersebut merupakan strategi propaganda untuk meningkatkan citra Rusia di mata dunia dan mendelegitimasi upaya Ukraina.
Reaksi Internasional dan Harapan untuk Perdamaian
Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan bahwa minggu ini akan menjadi periode kritis untuk menentukan kemungkinan tercapainya perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya situasi saat ini dan perlunya upaya diplomasi yang lebih intensif.
Kondisi di lapangan tetap tegang. Meskipun gencatan senjata diumumkan, belum ada jaminan bahwa pertempuran tidak akan kembali berkecamuk setelah periode tiga hari tersebut berakhir. Kepercayaan antara kedua belah pihak masih sangat rendah, menjadikan peluang tercapainya perdamaian yang langgeng masih sangat sulit.
Ketidakpercayaan Ukraina terhadap gencatan senjata Rusia yang singkat dan bertepatan dengan hari peringatan perang menunjukkan betapa sulitnya mencapai solusi damai. Permintaan Ukraina akan gencatan senjata yang lebih panjang mencerminkan kebutuhan akan jeda yang berarti untuk memungkinkan negosiasi yang lebih substansial. Ketegangan internasional dan keraguan atas niat baik Rusia masih membayangi harapan untuk perdamaian di Ukraina. Kondisi di lapangan dan reaksi negara-negara lain akan terus menjadi penentu bagi masa depan konflik ini.






