Lebih dari 30.000 orang mengunjungi Basilika Santa Maria Maggiore di Roma untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus. Makam Paus Fransiskus berada di basilika tersebut setelah pemakamannya pada Sabtu (26/4) waktu setempat. Kejadian ini terbilang unik, mengingat lebih dari seabad terakhir tidak ada Paus yang dimakamkan di luar Vatikan.
Paus Fransiskus sendiri yang memilih Basilika Santa Maria Maggiore sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Basilika ini terletak di lingkungan yang sangat multikultural di Roma, sebuah lokasi yang memiliki arti penting bagi Paus semasa hidupnya.
Pemakaman Paus Fransiskus di Luar Vatikan: Sebuah Keputusan Bersejarah
Keputusan Paus Fransiskus untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, bukan di Vatikan, merupakan peristiwa yang tidak biasa. Tradisi pemakaman Paus selama lebih dari satu abad terakhir selalu dilakukan di dalam wilayah Vatikan.
Pemilihan lokasi pemakaman ini menunjukkan penghormatan Paus Fransiskus terhadap sejarah dan nilai-nilai Basilika Santa Maria Maggiore. Basilika ini memiliki signifikansi spiritual dan historis yang dalam, sehingga menjadi tempat yang tepat bagi Paus untuk beristirahat.
Reaksi Publik dan Pengunjung Basilika
Jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 30.000 orang menunjukkan besarnya penghormatan dan kesedihan publik atas meninggalnya Paus Fransiskus. Kehadiran mereka di Basilika Santa Maria Maggiore menunjukkan betapa luasnya pengaruh dan kenangan Paus Fransiskus di hati umat Katolik dan masyarakat luas.
Banyak pengunjung datang dari berbagai belahan dunia untuk memberikan penghormatan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Paus Fransiskus diakui dan dihormati secara global, melampaui batas-batas geografis dan budaya.
Berita Internasional Lainnya: Bantuan Korea Utara untuk Rusia
Selain berita pemakaman Paus Fransiskus, beberapa berita internasional lain juga menarik perhatian. Salah satunya adalah konfirmasi keterlibatan militer Korea Utara dalam perang di Ukraina.
Kremlin secara resmi menyampaikan terima kasih kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, atas bantuan militer tersebut. Pernyataan ini dipublikasikan pada Senin (28/4) waktu setempat, mengakui peran tentara Korea Utara dalam membantu Rusia melawan Ukraina di wilayah Kursk.
Pernyataan Resmi Kremlin
Kremlin menyatakan apresiasi yang mendalam atas dukungan Korea Utara. Pernyataan tersebut menekankan solidaritas, keadilan, dan persahabatan yang menjadi dasar bantuan militer Korea Utara.
Putin secara pribadi menyampaikan rasa terima kasih kepada Kim Jong Un, pimpinan Korea Utara, serta seluruh rakyat Korea Utara atas dukungan dan bantuan yang diberikan.
Paus Fransiskus telah meninggalkan warisan yang mendalam bagi Gereja Katolik dan dunia. Keberadaan makamnya di Basilika Santa Maria Maggiore memberi kesempatan kepada umat beriman dari berbagai latar belakang untuk menghormati dan mengenang sosok Paus yang dikenal karena sikapnya yang rendah hati dan welas asih. Sementara itu, bantuan militer Korea Utara kepada Rusia dalam konflik Ukraina semakin memperumit situasi geopolitik global dan menunjukkan kompleksitas hubungan internasional di era modern.






