Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Haris Muhammadun, mengusulkan perluasan layanan transportasi publik di Jakarta kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Usulan ini disampaikan langsung dalam pertemuan di Balai Kota Jakarta pada Senin, 2 April 2025. Pertemuan tersebut membahas peningkatan aksesibilitas transportasi bagi warga Jakarta dan sekitarnya.
Haris menekankan pentingnya solusi transportasi non-subsidi untuk mengatasi permasalahan mobilitas di wilayah Jabodetabek. Ia menyoroti tingginya jumlah kendaraan pribadi yang digunakan untuk mobilitas harian dari wilayah penyangga Jakarta.
Usulan Penambahan Rute Royal Trans
Usulan utama Haris adalah penambahan rute Royal Trans, layanan TransJakarta non-subsidi. Layanan ini ditujukan untuk melayani warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) yang bekerja di Jakarta.
Dengan tarif non-subsidi, Royal Trans diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi yang nyaman dan efisien bagi pengguna kendaraan pribadi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta.
Integrasi dengan Transportasi Eksisting
Haris menjabarkan tujuh rute Royal Trans baru yang diusulkan. Salah satu rute yang diusulkan adalah rute Graha Raya Bintaro – Ciledug, yang terintegrasi dengan Koridor 13 TransJakarta.
Integrasi ini penting untuk memudahkan mobilitas warga. Rute-rute lainnya juga dirancang untuk terhubung dengan moda transportasi umum yang telah ada.
Selain itu, rute-rute Royal Trans yang baru juga direncanakan untuk mengurangi kepadatan di stasiun kereta cepat, khususnya di Stasiun Halim. Salah satu rute yang diusulkan adalah rute dari Grand Wisata Bekasi dan Sumarecon Bekasi menuju Stasiun Halim KCJB.
Apresiasi Terhadap Perluasan Rute TransJakarta
Haris juga menyampaikan apresiasi atas perluasan rute TransJakarta melalui TransJabodetabek trayek Blok M-Alam Sutera. Rute ini diresmikan pada 24 April 2025.
Perluasan jaringan TransJakarta dinilai sebagai langkah positif dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas transportasi publik di Jabodetabek.
Secara keseluruhan, usulan penambahan rute Royal Trans diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta, sekaligus meningkatkan aksesibilitas transportasi bagi warga Jabodetabek. Integrasi yang baik dengan moda transportasi lain akan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan opsi transportasi publik yang komprehensif dan terintegrasi. Keberhasilan implementasi usulan ini akan sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak.






