Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI memberikan sejumlah kewajiban kepada XLSmart, hasil merger PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom. Kegagalan memenuhi kewajiban ini akan berakibat sanksi administratif.
Kewajiban XLSmart Pasca Merger
Kominfo menetapkan beberapa target yang harus dicapai XLSmart pasca merger. Salah satunya peningkatan kecepatan unduh hingga 16% pada tahun 2029.
Selain itu, XLSmart juga diwajibkan membangun 8.000 BTS baru. BTS ini akan difokuskan di daerah dengan layanan yang masih terbatas.
Tidak hanya itu, XLSmart juga harus meningkatkan akses layanan digital. Targetnya mencakup lebih dari 175.000 sekolah, 8.000 fasilitas kesehatan, dan 42.000 kantor pemerintahan.
Target Peningkatan Akses Layanan Digital
Peningkatan akses layanan digital ini merupakan bagian penting dari program pemerintah untuk pemerataan akses internet di Indonesia. Kominfo berharap agar merger ini dapat mendorong peningkatan kualitas layanan internet secara keseluruhan.
Sanksi atas Kegagalan Memenuhi Kewajiban
Menteri Kominfo, Meutya Hafid, menegaskan adanya sanksi bagi XLSmart jika target yang ditetapkan tidak tercapai. Sanksi tersebut berupa denda hingga pencabutan izin.
Aturan mengenai sanksi ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Rincian besaran denda akan disesuaikan dengan tingkat ketidakpatuhan XLSmart.
Dampak Positif Pembangunan 8.000 BTS Baru
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kominfo, Denny Setiawan, menjelaskan pembangunan 8.000 BTS baru akan memberikan dampak positif. Pembangunan ini akan meningkatkan kualitas dan jangkauan internet di Indonesia.
Prioritas pembangunan BTS baru akan difokuskan pada layanan publik. Hal ini meliputi puskesmas, sekolah, dan kantor pemerintahan.
Meskipun lokasi pasti pembangunan 8.000 BTS belum diumumkan, Denny memastikan pembangunannya akan tersebar di seluruh Indonesia. Pembangunan ini diharapkan selesai dalam waktu maksimal dua tahun.
Kominfo berharap langkah ini dapat menunjang penyehatan industri seluler dan memastikan layanan yang lebih baik, efisien, inklusif, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keberhasilan XLSmart dalam memenuhi kewajiban ini akan menjadi penentu keberhasilan merger dan dampaknya terhadap konektivitas digital nasional.






