Konflik antara Israel dan Iran yang sempat mengguncang dunia internasional, ternyata mendapat perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Perang yang dikhawatirkan akan menjadi pemicu Perang Dunia III ini, melibatkan banyak negara dan menimbulkan kekhawatiran global.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara cermat memantau perkembangan situasi. Keamanan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik menjadi prioritas utama.
Perhatian Pemerintah Indonesia terhadap WNI di Tengah Konflik Israel-Iran
Presiden Prabowo menginstruksikan jajarannya, baik di dalam maupun luar negeri, untuk terus memonitor perkembangan situasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan WNI yang berada di wilayah konflik.
Juri Ardiantoro menambahkan, langkah antisipatif tengah dilakukan untuk melindungi WNI. Proses evakuasi bagi WNI yang berada di zona berbahaya pun sedang dilaksanakan.
Prioritas utama pemerintah adalah memastikan keselamatan seluruh WNI. Langkah-langkah evakuasi dan perlindungan terus dilakukan.
Sikap Non-Blok Indonesia di Tengah Konflik
Indonesia, sebagai negara yang menganut prinsip non-blok, menyatakan komitmennya terhadap perdamaian. Perang hanya akan menimbulkan korban dan penderitaan bagi semua pihak.
Juri Ardiantoro menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Indonesia terus berupaya mendorong deeskalasi konflik dan penyelesaian damai.
Pemerintah Indonesia secara konsisten mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan perdamaian. Upaya deeskalasi terus dilakukan.
Berakhirnya Perang dan Tudingan Pelanggaran Gencatan Senjata
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengumumkan berakhirnya perang 12 hari melawan Israel pada Selasa, 24 Juni 2025. Perang tersebut diklaim dimulai oleh Israel.
Gencatan senjata diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin, 23 Juni 2025. Namun, tudingan pelanggaran gencatan senjata muncul dari kedua belah pihak.
Baik Iran maupun Israel saling menuduh melanggar gencatan senjata. Hal ini sempat memicu kemarahan Presiden Trump.
Iran membantah pelanggaran tersebut, dengan alasan serangan rudal oleh Garda Revolusi Iran dilakukan sesaat sebelum gencatan senjata ditandatangani. Situasi ini menunjukkan kompleksitas perdamaian pasca konflik.
Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, tensi di kawasan Timur Tengah masih tinggi. Perlu upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian.
Ketegangan pasca konflik menunjukkan betapa rumitnya menjaga perdamaian di kawasan tersebut. Upaya diplomasi dan kerjasama internasional sangat penting.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peran diplomasi dan upaya menjaga perdamaian dunia. Ke depan, kerjasama internasional yang lebih erat sangat diperlukan untuk mencegah konflik serupa terulang.






