Pernikahan mewah miliarder Jeff Bezos dan Lauren Sanchez di Venesia telah memicu protes dari berbagai kalangan. Acara tiga hari tersebut, yang diperkirakan menelan biaya puluhan juta euro, menarik perhatian aktivis lingkungan dan warga lokal karena kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat Venesia. Kehadiran ratusan tamu, termasuk selebriti papan atas dan jet pribadi, semakin memperkuat sentimen negatif tersebut.
Protes tersebut bukan hanya mengenai pesta pernikahan semata, melainkan juga menyoroti ketidaksetaraan ekonomi dan dampak gaya hidup mewah para miliarder terhadap lingkungan. Kritik tajam dilontarkan terhadap rendahnya pajak yang dibayarkan oleh orang-orang kaya, dan kontribusi mereka terhadap krisis iklim.
Protes Aktivis Lingkungan dan Warga Lokal
Greenpeace dan kelompok Everyone hates Elon dari Inggris memimpin aksi protes di alun-alun Santo Markus. Mereka membentangkan spanduk besar bergambar Bezos yang sedang tertawa, dengan tulisan “Jika Anda bisa menyewa Venesia untuk acara pernikahan, Anda bisa membayar lebih banyak pajak.” Aksi serupa juga dilakukan di Jembatan Rialto dengan spanduk “Tidak ada ruang untuk Bezos”.
Para aktivis mengkritik pemerintah kota yang dianggap lebih memprioritaskan pariwisata daripada kesejahteraan warga. Mereka menuding Bezos sebagai sosok yang angkuh dan memanfaatkan Venesia untuk kepuasan pribadi tanpa mempertimbangkan dampaknya. Tommaso Cacciari dari tim kampanye No Space for Bezos menyatakan bahwa Bezos bertindak seakan-akan dapat mengambil alih kota dan mengubahnya menjadi tempat resepsi pribadi.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan Pernikahan Mewah
Walikota Luigi Brugnaro dan Gubernur Luca Zaia berpendapat berbeda. Mereka melihat pernikahan Bezos-Sanchez sebagai dorongan bagi perekonomian lokal. Perayaan tersebut diperkirakan menghabiskan 20 hingga 30 juta euro (sekitar Rp 378 miliar) dan akan berdampak positif pada bisnis lokal.
Namun, para aktivis mempertanyakan klaim tersebut. Mereka menekankan dampak negatif dari peningkatan jumlah wisatawan dan polusi udara akibat puluhan jet pribadi yang diperkirakan datang ke Venesia. Lebih dari 90 jet pribadi diperkirakan akan mendarat di Bandara Marco Polo dalam beberapa hari mendatang. Venesia, yang sudah kewalahan menghadapi kepadatan turis dan ancaman perubahan iklim, kembali memberlakukan biaya masuk bagi wisatawan harian.
Tanggapan Bezos dan Rencana Kedepan
Meskipun tanggal pasti pernikahan dan lokasi upacara dirahasiakan, perayaan diperkirakan berlangsung selama tiga hari. Bezos dan Sanchez dikabarkan akan menginap di Aman Venice, hotel bintang lima di Grand Canal.
Bezos berjanji akan memberikan sumbangan amal sebesar 1 juta euro (sekitar Rp 18 miliar) untuk Corila, konsorsium akademis yang meneliti ekosistem laguna Venesia. Namun, bagi para aktivis, sumbangan tersebut tidak cukup untuk mengimbangi dampak negatif dari pernikahan mewah ini terhadap Venesia dan lingkungan.
Pernikahan Bezos dan Sanchez menjadi sorotan karena terjadi di tengah musim pariwisata puncak. Venesia, dengan populasi sekitar 49.000 jiwa di pusat kota bersejarahnya, menerima lebih dari 20 juta turis setiap tahunnya. Peristiwa ini menggarisbawahi dilema yang dihadapi kota-kota bersejarah dalam menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan warganya. Pernikahan ini menimbulkan pertanyaan penting tentang tanggung jawab sosial para miliarder dan dampak gaya hidup mewah terhadap lingkungan dan masyarakat. Perdebatan ini akan terus berlanjut dan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan masyarakat global.






