Tersembunyi di pedalaman pegunungan Banjarnegara, Jawa Tengah, terdapat sebuah kampung yang menyimpan misteri dan kisah mistis: Kampung Pasar Setan. Nama yang menyeramkan ini telah melekat bertahun-tahun, menimbulka rasa penasaran dan sedikit ketakutan bagi siapapun yang mendengarnya.
Bekas area pertambangan emas ini konon menyimpan jejak aktivitas gaib yang hingga kini masih diperbincangkan warga sekitar. Keheningan dan kesunyian kampung ini menambah aura mistis yang menyelimuti setiap sudutnya.
Asal-Usul Nama Kampung Pasar Setan
Nama “Pasar Setan” sendiri berakar dari fenomena suara-suara gaduh yang kerap terdengar di malam hari, terutama saat malam Jumat Kliwon. Suara-suara tersebut seakan menggambarkan aktivitas jual beli yang ramai di sebuah pasar.
Namun anehnya, saat warga keluar rumah untuk mencari sumber suara tersebut, mereka mendapati keheningan yang mencekam. Tidak ada aktivitas apapun yang terlihat. Dari sinilah, nama Kampung Pasar Setan muncul dan melekat hingga sekarang.
Beberapa warga meyakini suara-suara gaib itu berkaitan dengan aktivitas pertambangan emas yang pernah berlangsung di wilayah tersebut. Meskipun sudah jarang terdengar belakangan ini, suasana mencekam tetap terasa.
Kehidupan di Kampung Terpencil
Kampung Pasar Setan terletak di tengah hutan, dengan jarak antar rumah yang cukup jauh, sekitar 300-600 meter. Kondisi geografis ini semakin memperkuat suasana sunyi dan sedikit menyeramkan yang menyelimuti kampung tersebut.
Jumlah penduduknya pun sangat sedikit, diperkirakan hanya sekitar 10 kepala keluarga yang mendiami 11 rumah. Untuk mencapai kampung ini, pengunjung harus melewati Jembatan Pasar Setan.
Kehidupan di Kampung Pasar Setan terbilang terisolasi dan sederhana. Minimnya akses dan penduduk yang sedikit membuat kampung ini begitu tenang, bahkan hingga terasa mencekam di malam hari.
Jejak Pertambangan Emas dan Kisah Mistis
Sejarah Kampung Pasar Setan tak lepas dari aktivitas pertambangan emas yang pernah berlangsung di sana. Terdapat empat titik lorong menyerupai gua yang dahulu menjadi lokasi penambangan.
Pada tahun 1992, pertambangan emas ini menjadi sumber mata pencaharian warga setempat. Lokasi penambangan ini berada tepat di atas area yang diyakini sebagai lokasi “Pasar Setan”.
Aktivitas pertambangan ini berlangsung selama satu hingga dua tahun sebelum akhirnya berhenti beroperasi. Meskipun tambang sudah lama tidak aktif, bekas-bekasnya masih terlihat hingga saat ini, begitu pula dengan kisah mistis Pasar Setan yang tetap hidup dalam cerita penduduk setempat.
Meskipun kisah-kisah mistis mewarnai sejarah Kampung Pasar Setan, kampung ini tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya dan sejarah Banjarnegara. Keberadaan Kampung Pasar Setan menjadi bukti bagaimana cerita rakyat dan sejarah pertambangan dapat saling berpadu, menciptakan sebuah tempat yang unik dan menyimpan banyak misteri.
Suasana tenang dan sedikit mencekam di kampung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang tertarik dengan cerita-cerita mistis dan sejarah pertambangan di Indonesia.






