Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, gencar mendorong percepatan desa digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meminimalisir dampak negatif era digital. Langkah ini sejalan dengan program nasional yang bertujuan untuk pemerataan akses teknologi dan literasi digital di seluruh Indonesia. Inisiatif ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di pedesaan.
Kabupaten Serang menyadari pentingnya adaptasi teknologi digital di era modern. Namun, pemanfaatan teknologi juga perlu diimbangi dengan literasi digital yang memadai untuk menghindari potensi risiko.
Percepatan Desa Digital di Kabupaten Serang: Upaya Mitigasi Risiko Era Digital
Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang menjadi ujung tombak dalam program percepatan desa digital ini. Mereka bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan program berjalan efektif.
Diskominfosatik Kabupaten Serang, melalui Kepala Diskominfosatik Haerofiatna, mengungkapkan rencana penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) Serang untuk mendukung program ini. Kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) akan menjadi kunci keberhasilan Perbup tersebut.
Haerofiatna menekankan pentingnya literasi digital. Teknologi memang meningkatkan efisiensi, namun tanpa literasi yang memadai, risiko negatif pun mengintai.
Pentingnya Literasi Digital untuk Generasi Muda
Literasi digital dianggap krusial untuk menyeimbangkan kecepatan dan kecermatan dalam memanfaatkan teknologi. Fokus utama adalah meningkatkan literasi digital pada anak usia dini, sekolah dasar, dan sekolah menengah.
Program edukasi ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan digital yang aman dan bertanggung jawab. Tujuannya agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
Strategi Pembelajaran Literasi Digital
Pendidikan literasi digital perlu dilakukan secara komprehensif. Tidak hanya sebatas pengetahuan teknis, tetapi juga etika dan tanggung jawab dalam berinternet.
Pembelajaran akan dirancang agar menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia. Metode yang inovatif dan interaktif akan diprioritaskan dalam program ini.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Pemerintah Kabupaten Serang juga memberikan dukungan penuh terhadap program Kampung Literasi Digital yang diinisiasi oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten. Hal ini menunjukkan komitmen nyata Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, dalam memajukan literasi digital di daerahnya.
Kerjasama dengan Untirta termasuk penyediaan buku-buku literasi digital dan infrastruktur internet. Ketersediaan sumber daya ini diharapkan dapat mempercepat proses pembelajaran.
Kampung Literasi Digital: Kolaborasi Untirta dan Pemerintah Desa
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten telah menyiapkan 500 judul buku untuk mendukung program Kampung Literasi Digital. Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, menjamin keamanan jaringan internet yang disediakan.
Jaringan internet yang aman dan terfilter dari konten negatif seperti judi online dan situs porno, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Desa Sindangsari.
Haerofiatna berharap adanya kegiatan rutin seperti *coffee morning* di Taman Sawah, setidaknya sebulan sekali, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang literasi digital. Kegiatan ini diharapkan lebih dari sekadar seremonial belaka.
Program percepatan desa digital di Kabupaten Serang merupakan langkah strategis dalam menghadapi era digital. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan literasi digital yang memadai, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidupnya. Suksesnya program ini akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.






